Keseharian

Daftar Belanja Kebutuhan Bayi dan Ibu

Ketika saya hamil, Ibu saya mewanti-wanti agar saya tidak berbelanja sebelum usia kehamilan saya tujuh bulan. Katanya pamali. Takut terjadi sesuatu jika saya nekat melanggarnya. Sebenarnya alasannya cukup logis, apalagi banyak resiko kehamilan yang mungkin terjadi sebelum usia tujuh bulan. Selain itu, pada tujuh bulan, biasanya sudah tahu jenis kelaminnya laki-laki atau perempuan.

Akhirnya, saya dan suami pun sangat santai menghadapi permasalahan belanja ini. Bahkan saya pun tidak berpikiran untuk melakukan deep googling mencari tahu barang-barang yang harus saya beli. Kebetulan, ketika saya hamil, load pekerjaan saya sedang tinggi sehingga saya harus mentransfer beberapa pekerjaan sebelum cuti melahirkan.

Ketika usia kandungan saya tujuh bulan (malah hampir delapan bulan, haha), saya dan suami mulai panik karena kami belum membeli barang apapun. Berbekal dari googling singkat dan buku “Moms and the City: Cerita Seru Mamud Masa Kini“, saya dan suami nekat pergi berbelanja. Rencananya semua kebutuhan bayi dan keperluan saya harus dibeli dalam satu hari karena kami tidak punya cukup waktu untuk berbelanja. (more…)

Vaksin Telenovela

Tukang Urut: Penyakit sekarang aneh-aneh. Makanya anak-anak harus divaksin, biar kebal sama penyakit. Mbak Rima divaksin juga kan anaknya?

Saya: Iya, divaksin. 

Tukang Urut: Jangan lupa nanti ikut vaksin buat campak bulan September. Kemarin ada penyuluhan dari Ibu-Ibu PKK. Katanya ini buat campak yang ganas banget, namanya Campak Isabella.

Saya: Bukan Isabella, Bu. Rubella. 

Tukang Urut: Ya itu lah namanya, soalnya mirip sama telenovela. 

Pisau Yang Bagus

Pegawai #1: Kalau diibaratkan, manusia itu seperti pisau. Pisau yang bagus bisa memotong apa saja. Ga cuma dipakai potong keju, daging pun bisa dengan mudahnya dipotong. Harus bisa berpikir cerdas di segala kondisi. 

Pegawai #2: Pisau yang bagus itu seharusnya bisa juga dipakai untuk belah duren. 

Pegawai #1: Kok duren?

Pegawai #2: Lah, duren kan keras luarnya. Ga akan bisa dipotong pakai pisau yang biasa. Yang motong pun harus punya kemampuan. Sama seperti manusia, pintar aja ga cukup, harus punya keahlian yang lain.

Tes Kesehatan Pra-Nikah

“Penting ga sih tes kesehatan Pra-Nikah?”

Jawabannya, penting pake banget!

Bagi sebagian orang, tes pra-nikah ini cuma sekedar seru-seruan sebelum menikah. Bahkan salah satu obgyn yang saya kunjungi beranggapan bahwa tes kesehatan pra-nikah ini adalah tren sesaat generasi millenial.

Padahal tes kesehatan pra-nikah ini berpengaruh penting pada proses reproduksi dan kehamilan. Walaupun kita sudah saling kenal dengan pasangan kita, belum tentu kita mengetahui dengan baik kondisi kesehatan mereka. Nah, kondisi kesehatan ini tentunya mempengaruhi kondisi anak kita di masa mendatang. Jika kita mengetahui anak kita akan mempunyai kondisi kesehatan yang berpotensi buruk karena masalah kesehatan yang diturunkan secara genetis, tentunya kita bisa meminimalisir permasalahan tersebut.

Apa saja tes kesehatan yang perlu diambil? Selain tes darah lengkap, untuk perempuan sebaiknya mengambil tes TORCH. TORCH adalah istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakit ini berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil. Sayangnya tes ini kerap disepelekan karena penyakit ini tidak memperlihatkan gejala berarti sehingga sulit dicegah. Tahu-tahu anak lahir dalam keadaan cacat atau mengalami gangguan perkembangan motorik.

Tes ini memang cukup mahal, untuk meminimalisir biaya, sebaiknya mengambil tes kesehatan ini rumah sakit dan bertemu dengan obgyn. Saya pernah tes di laboratorium independen, hasilnya tidak komplit dan harus mengulang tes tersebut di rumah sakit. Sebenarnya bisa saja tes di laboratorium independen, tetapi harganya jauh lebih mahal daripada pengetesan di rumah sakit.

Selain TORCH, yang perlu diperiksa adalah kanker serviks. Biasanya setelah pemeriksaan kanker serviks, dokter akan mengusulkan untuk vaksin HPV. Pemberian vaksin ini dilakukan maksimal beberapa bulan sebelum menikah. Saya lupa tepatnya kapan, kalau tidak salah 6 bulan sebelum menikah.

Kalau perempuan yang akan menikah sudah bekerja, sebaiknya tanyakan ke asuransi kantor mengenai coverage tes TORCH, tes kanker serviks dan vaksin HPV. Lumayan kan kalau dicover kantor, uangnya bisa dipakai untuk tambah-tambah kawinan, hehe.