Be A Fighter

I finally get to LA, graduate. I have a kid in collage and I have to pursue my dream because if I don’t, what am I teaching my son. So, I moved to California with $700 in my pocket and my toddler. 

And I have to fight the good fight because people are telling me I can’t. You can’t do this, you can’t. Are you crazy? You’re moving to California with your son? You’ll never make it.

I was 26 when I was decided to come here. There’s the age thing. Oh, you’re too old.

If you listen to people, and if you allow people to project their fears onto you. You wont live.

What if I believed those people who told me that when I became pregnant in college that I wouldn’t finish? I walked accross that stage with my son on my hip and I collected my degree, my diploma. 

I didn’t hear the naysayers when they were like, you’re too old to California. If you don’t hit by 25, you’re not going to make it. I will be 46 this year. I am just touching the surface. I am just getting started.

Taraji P. Henson – Crystal + Lucy Awards 2016

Tes Kesehatan Pra-Nikah

“Penting ga sih tes kesehatan Pra-Nikah?”

Jawabannya, penting pake banget!

Bagi sebagian orang, tes pra-nikah ini cuma sekedar seru-seruan sebelum menikah. Bahkan salah satu obgyn yang saya kunjungi beranggapan bahwa tes kesehatan pra-nikah ini adalah tren sesaat generasi millenial.

Padahal tes kesehatan pra-nikah ini berpengaruh penting pada proses reproduksi dan kehamilan. Walaupun kita sudah saling kenal dengan pasangan kita, belum tentu kita mengetahui dengan baik kondisi kesehatan mereka. Nah, kondisi kesehatan ini tentunya mempengaruhi kondisi anak kita di masa mendatang. Jika kita mengetahui anak kita akan mempunyai kondisi kesehatan yang berpotensi buruk karena masalah kesehatan yang diturunkan secara genetis, tentunya kita bisa meminimalisir permasalahan tersebut.

Apa saja tes kesehatan yang perlu diambil? Selain tes darah lengkap, untuk perempuan sebaiknya mengambil tes TORCH. TORCH adalah istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakit ini berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil. Sayangnya tes ini kerap disepelekan karena penyakit ini tidak memperlihatkan gejala berarti sehingga sulit dicegah. Tahu-tahu anak lahir dalam keadaan cacat atau mengalami gangguan perkembangan motorik.

Tes ini memang cukup mahal, untuk meminimalisir biaya, sebaiknya mengambil tes kesehatan ini rumah sakit dan bertemu dengan obgyn. Saya pernah tes di laboratorium independen, hasilnya tidak komplit dan harus mengulang tes tersebut di rumah sakit. Sebenarnya bisa saja tes di laboratorium independen, tetapi harganya jauh lebih mahal daripada pengetesan di rumah sakit.

Selain TORCH, yang perlu diperiksa adalah kanker serviks. Biasanya setelah pemeriksaan kanker serviks, dokter akan mengusulkan untuk vaksin HPV. Pemberian vaksin ini dilakukan maksimal beberapa bulan sebelum menikah. Saya lupa tepatnya kapan, kalau tidak salah 6 bulan sebelum menikah.

Kalau perempuan yang akan menikah sudah bekerja, sebaiknya tanyakan ke asuransi kantor mengenai coverage tes TORCH, tes kanker serviks dan vaksin HPV. Lumayan kan kalau dicover kantor, uangnya bisa dipakai untuk tambah-tambah kawinan, hehe.

Pilah Pilih Dokter Kandungan dan Tempat Melahirkan

Sama seperti ibu hamil lainnya, setelah tahu saya positif hamil, saya pun sibuk menjelajahi berbagai macam forum dan membaca postingan blog mengenai dokter kandungan yang bagus dan rumah sakit yang cocok (sesuai dengan prinsip-prinsip yang dianut dan memenuhi kriteria yang diinginkan).

Sembari mencari dokter dan rumah sakit, saya memeriksakan diri di RS JMC karena dekat dengan rumah dan kantor. Dokternya pun bukan dokter terkenal yang namanya kerap muncul di berbagai macam forum dan postingan blog. Saya mencari dokter yang antriannya paling sedikit. Eh, ternyata keterusan! Haha. Ini bukannya disengaja. Perjalanan mencari dokter kandungan dan rumah sakit tidak semudah yang dibayangkan. Ada saja masalahnya, mulai jadwal dokter yang tidak cocok, tempat melahirkan yang tidak menyenangkan pelayanannya atau lokasinya terlalu jauh dari rumah dan kantor.

(more…)

KTA

Customer Service: Selamat pagi, Pak. Saya dari Bank XYZ ingin menawarkan KTA. 

Pegawai: KTA itu apa ya, Mbak? 

Customer Service: KTA itu Kredit Tanpa Agunan. Jadi Bapak bisa mendapatkan kredit tanpa jaminan. 

Pegawai: Oh, saya kira Kredit Tanpa Angsuran. Kalau Kredit Tanpa Agunan, saya ga tertarik, Mbak. Kalau Kredit Tanpa Angsuran, saya mau ambil. 

Catatan Ibu #3: Bosan Jadi Pegawai

Suatu hari nanti, ketika kamu sudah bekerja, akan ada saat dimana kamu merasa bosan dan lelah. Ingin membuka usaha sendiri yang lebih sesuai dengan keinginan dan minatmu. Dalam bayanganmu, membuka usaha sendiri terasa lebih menyenangkan karena bisa mengatur waktu sesuka hati. Menyesuaikan dengan ritme hidupmu. Kamu tidak merasa sedang bekerja karena kamu melakukan hal yang kamu sukai.

Tapi percayalah, nak, itu hanya ilusi. Sebuah ilusi yang menyilaukan dan terkadang membutakan.

Eits, tidak berarti Bapak dan Ibu tidak mendukung keputusanmu untuk memulai usaha sendiri. Bapak dan Ibu selalu mendukung apapun pilihanmu. Bapak dan Ibu ingin kamu benar-benar memahami baik dan buruknya setiap pilihanmu.

Ketika kamu memutuskan untuk mempunyai usaha sendiri, maka kamu harus mencurahkan segalanya. Diperlukan kerja keras dan dedikasi untuk mencapai hasil yang diinginkan. Saat perasaan lelah dan ingin berhenti muncul, ingat satu hal, mundur tidak akan membuat hidupmu lebih mudah.

Peluk dan cium,

Ibu