Sembilan Plus Plus

“Kapan lahiran?”

“Perutnya belum mules?”

“Kok masih kerja? Belum cuti? Sudah sembilan bulan, kan?”

Sebaiknya pertanyaan tabu ini tidak pernah ditanyakan pada perempuan yang sedang hamil tua dan menunggu detik-detik kelahiran anaknya. Alih-alih peduli, pertanyaan seperti ini hanya akan menyakiti si ibu. Membuat ia semakin merasa tertekan dan stres karena ia sendiri pun tidak pernah tahu kapan anaknya memberikan “sinyal cinta”. Padahal salah satu hal yang membuat si ibu akan lebih mudah melahirkan adalah perasaan yang senang dan bahagia.

Bukankah lebih baik diam-diam mendoakan agar si ibu segera melahirkan dengan selamat? Toh, kita hanya penonton. Yang berjuang mati-matian adalah si ibu.

Kontraksi Digital

#1

Bapak: Dik, nanti ke rumah sakit ya. Mbak di rumah sakit, katanya kontraksi. Nanti mama nyusul. Bapak lagi cari di google nih, kontraksi itu apa. *sambil liatin tab*

#2

*telepon Bapak kasih kabar*

Adik: Pak, mbak ga apa-apa. Sekarang udah baik-baik aja.

Bapak: Syukur, alhamdulillah. Bapak lagi lihat proses kontraksi di youtube.

Don’t Settle For Less

You deserve someone who loves you with every single beat of his heart, someone who thinks about you constantly, someone who spends every minute of every day just wondering, what you are doing, where you are, who you are with, and if you are OK. You need someone who can help you reach your dreams and protect you from your fears. You need someone who will treat you with respect, love every part of you, especially your flaws. You should be with someone who could make you happy, really happy, dancing on air happy.

Cacelia Ahern – Love, Rosie

Woman Egg’sPerience

image

Kira-kira apa yang melatarbelakangi pemilihan tema tersebut sebagai dekorasi mall?

Mungkinkah karena fertilitas atau organ reproduksi perempuan sering diidentikan dengan telur?

Lalu apa yang didapatkan perempuan dari tema ini? Potongan harga berbagai macam barang yang berkaitan dengan reproduksi? Atau barang-barang untuk perempuan?

Berbelanja Pecah Belah di Senen Indah

Sebagai anak mall, saya agak keliyengan ketika harus berbelanja barang pecah belah dan tetek bengek lainnya yang berkaitan dengan peralatan rumah tangga. Sebenarnya saya bisa membelinya di pasar dekat rumah tapi barang-barang yang dijual kurang lengkap dan harganya pun agak mahal.

Setelah tanya sana sini dengan teman kantor, saya disarankan untuk berbelanja di Senen Indah. Menurut mereka, barang-barangnya cukup komplit, harganya pun cukup murah jika membeli dalam jumlah banyak, dan yang terpenting, BUKA SETIAP HARI.

Duh, makin tergiur dong~ Apalagi saya cuma punya waktu kosong di hari Minggu.

Nah, bagaimana pengalaman saya berbelanja di Senen Indah?

Awalnya saya berpikiran tokonya sangat besar karena mereka tidak hanya menjual peralatan makan biasa, tetapi juga peralatan katering. Selain itu, mereka juga menjual berbagai merek peralatan makan yang cukup terkenal seperti Luminarc, Indo Keramik, dan Sango. Ternyata tempatnya tidak terlalu besar. Saya pun hampir melewatinya karena tidak melihat plang nama di pinggir jalan.

image

Tapi jangan terkecoh dengan ukuran tokonya. Pelayanan mereka cukup profesional. Ketika datang, kita akan dilayani oleh satu orang pelayan. Mereka akan menemani kita berkeliling toko dan membantu mencari barang yang kita butuhkan. Kalau bingung, silahkan menjelaskan dengan bahasa sendiri karena mereka akan menerjemahkan keinginan kita dengan baik.

“Saya mau piring putih yang pinggirannya agak melengkung, pokoknya ga mau kaya piring katering. Mereknya Indo Keramik. Ukurannya kecil kaya gini, terus garis emas-emasnya cukup satu, ga mau yang double.”

“Saya mau mangkok yang dipakai untuk zuppa soup.”

“Saya mau mangkok hotel yang aneh-aneh bentuknya.”

image

Karena barangnya menumpuk ala kadarnya, kita harus pintar-pintar mencari barang yang kita butuhkan. Termasuk memilih barang yang harganya murah, hehe. Misalnya, kita menemukan piring atau gelas yang kita suka, tapi harganya agak mahal, kita bisa meminta dicarikan barang sejenis yang harganya lebih murah.

Loh, kok bisa?

Selain menjual merek-merek yang sudah terkenal, Senen Indah juga menjual merek lain yang tidak terkenal dan barang impor dari Cina, yang notabene bentuk barangnya mirip dengan merek tertentu tapi harganya bisa lebih murah dan kualitasnya pun agak dipertanyakan, hehe. Tapi menurut pelayannya, semua tergantung pemakaian. Kalau orangnya apik, barang murah pun bisa awet.

image

Untuk pembayaran, mereka menerima pembayaran dengan menggunakan kartu tapi hanya BCA saja. Jika menggunakan kartu dari bank lain, kita akan dikenakan tambahan biaya sebesar 3%. Daripada kena tambahan biaya, jangan lupa bawa uang yang cukup banyak, hehe.

image

Oh ya, kalau mau menawar harga, sebaiknya kita menawar ke pelayannya ketika mereka mulai mencatat barang yang akan kita beli di dalam nota. Jangan menawar harga ke pemilik toko karena yang bersangkutan hanya terima beres dan melakukan transaksi pembayaran.

image

Barang belanjaan saya, yang walaupun sedikit tapi tetep bikin kantong kempes, hiks

Secara keseluruhan, saya cukup puas berbelanja di Senen Indah karena harganya murah dan barangnya komplit. Saran saya, kalau ingin berbelanja dengan nyaman, sebaiknya datang di hari Minggu sore, sekitar pukul 14.00 WIB.

Toko Senen Indah
Jalan Stasiun Senen No. 52D
(Seberang Koramil / Polsek Senen, Samping Lampu Merah)
(021) 4210065 / 4214887 / 0851-0140-7815 / 0815-8-5656725

Bermain di Parkiran Mobil Ekspor

Beberapa waktu yang lalu, saya diajak bermain di Area Parkir Kendaraan Ekspor.

image

Pertama kali mendengar Area Parkir Kendaraan Ekspor, saya membayangkan area parkirnya tidak jauh berbeda dengan area parkir di mall atau tempat-tempat umum lainnya. Yang membedakan hanya tingkat keamanan yang lebih ketat.

image

Control Room untuk memantau kegiatan di Area Parkir

Kenyataannya, Area Parkir Kendaraan Ekspor memiliki kebutuhan khusus. Sebagai contoh, area parkir tersebut harus bebas burung karena dikhawatirkan burung dapat membuang kotoran sembarangan dan jika hinggap di mobil dapat menggores cat mobil.

image

Mobil ekspor yang dilapisi plastik tipis untuk menghindari lecet

Untuk menjaga kualitas Area Parkir Kendaraan Ekspor, Direktur Operasi pun sampai turun tangan membersihkan kotoran, termasuk lecet yang ada di mobil. Mobil-mobil tersebut berusaha dijaga dengan sebaik-baiknya karena lecet yang muncul pada satu atau dua mobil bisa berpengaruh terhadap kondisi ekonomi nasional.

image

Misalnya, permintaan ekspor dari Arab Saudi sebanyak 2.500 mobil. Ketika sampai di sana, ternyata ada dua mobil yang lecet. Menyelesaikan permasalahan tersebut tidak semudah membalik telapak tangan, hanya perlu mengganti mobil yang lecet.

image

“Ah, kalau impor mobil dari Indonesia jelek, ada lecetnya. Pesan dari Thailand saja. Barangnya bagus, harganya juga sama.”

image

Kebayang dong kalau pernyataan ini benar-benar dilakukan oleh pengimpor? Akan ada banyak orang yang terkena dampaknya. Maka tak heran, semua orang yang terlibat dalam industri ekspor berusaha sebaik mungkin untuk menjaga barang yang akan dikirimkan berada dalam kondisi baik di negara tujuan.