Catatan Ibu #5: Cantik

Ibu tahu kadang-kadang dunia bisa begitu kejam terhadap perempuan, apalagi ketika perempuan harus memenuhi standar kecantikan yang ditentukan oleh masyarakat. Tapi ingat selalu, nak, Bapak dan Ibu akan selalu menyayangimu apa adanya. Bersinarlah dengan kecantikan yang kamu miliki.

Peluk dan cium,

Ibu

Advertisements

Daftar Belanja Kebutuhan Bayi dan Ibu

Ketika saya hamil, Ibu saya mewanti-wanti agar saya tidak berbelanja sebelum usia kehamilan saya tujuh bulan. Katanya pamali. Takut terjadi sesuatu jika saya nekat melanggarnya. Sebenarnya alasannya cukup logis, apalagi banyak resiko kehamilan yang mungkin terjadi sebelum usia tujuh bulan. Selain itu, pada tujuh bulan, biasanya sudah tahu jenis kelaminnya laki-laki atau perempuan.

Akhirnya, saya dan suami pun sangat santai menghadapi permasalahan belanja ini. Bahkan saya pun tidak berpikiran untuk melakukan deep googling mencari tahu barang-barang yang harus saya beli. Kebetulan, ketika saya hamil, load pekerjaan saya sedang tinggi sehingga saya harus mentransfer beberapa pekerjaan sebelum cuti melahirkan.

Ketika usia kandungan saya tujuh bulan (malah hampir delapan bulan, haha), saya dan suami mulai panik karena kami belum membeli barang apapun. Berbekal dari googling singkat dan buku “Moms and the City: Cerita Seru Mamud Masa Kini“, saya dan suami nekat pergi berbelanja. Rencananya semua kebutuhan bayi dan keperluan saya harus dibeli dalam satu hari karena kami tidak punya cukup waktu untuk berbelanja. (more…)

Catatan Ibu #4: Grit

Ibu baru mengetahui istilah “grit” tadi siang ketika menemani kamu tidur. Angela Lee Duckworth dalam Ted Talks membahas satu hal yang sangat menarik, yaitu mengenai pentingnya grit sebagai salah satu kunci kesuksesan. Grit adalah perseverance (ketekunan) dan passion (gairah) untuk menuntaskan sebuah tujuan jangka panjang.

Menarik bukan? Tapi yang membuat Ibu lebih tertarik adalah kalimat penutup yang disampaikan, “In other words, we need to be gritty about getting our kids grittier.”

Mari menjadi gritty bersama, Nak.

Peluk dan cium,

Ibu

Vaksin Telenovela

Tukang Urut: Penyakit sekarang aneh-aneh. Makanya anak-anak harus divaksin, biar kebal sama penyakit. Mbak Rima divaksin juga kan anaknya?

Saya: Iya, divaksin. 

Tukang Urut: Jangan lupa nanti ikut vaksin buat campak bulan September. Kemarin ada penyuluhan dari Ibu-Ibu PKK. Katanya ini buat campak yang ganas banget, namanya Campak Isabella.

Saya: Bukan Isabella, Bu. Rubella. 

Tukang Urut: Ya itu lah namanya, soalnya mirip sama telenovela.