pagi

Catatan Ibu #7: Matahari Pagi

Mungkin kamu akan menganggap terbangun di pagi hari ketika matahari terbit adalah sesuatu yang biasa. Bagi Ibu, melihat matahari terbit selalu meninggalkan perasaan tersendiri. Sejak kecil, Ibu sudah mulai beraktivitas ketika matahari masih berada dalam pelukan malam. Ibu pernah membenci keadaan tersebut karena semua masih bermimpi dan Ibu harus pergi menembus dingin bersama mereka yang terpaksa pergi demi sesuap nasi.

Tapi benci tak selamanya di hati. Lama-lama Ibu jatuh cinta melihat matahari terbit. Di perjalanan, Ibu melihat bagaimana malam berubah menjadi pagi. Perlahan-lahan matahari menyeruak memecah langit. Cahaya jingga kemerahan mengintip dari balik awan. Sinar lembutnya membelai dan merasuk melalui celah-celah kecil. Menghembus kabut yang berlari menjauhi. Memberikan kehangatan dan kehidupan seperti dirimu yang telah memberikan Bapak dan Ibu pengharapan akan hari yang baru dan penuh senyuman.

Terima kasih, Nak. Telah menjadi matahari pagi untuk Bapak dan Ibu.

Peluk dan cium,

Ibu

Advertisements