Catatan Ibu

Catatan Ibu #6: Patah Hati

Ibu pernah mengalami berbagai macam patah hati, mulai yang ringan hingga yang sangat menyakitkan dan membuat Ibu hampir gila. Tapi Ibu tidak pernah mengalami patah hati yang seperti ini, ketika kamu memutuskan untuk berhenti menyusu dan mencari kenyamanan dalam bentuk yang lain. Ibu menangis tersedu-sedu, meraung-raung seperti anak kecil yang kehilangan mainan kesayangannya.

Tapi seperti yang dikatakan oleh Bapak, kejadian ini adalah salah satu pembelajaran untuk Bapak dan Ibu. Sebagai orang tua, kami harus bersiap untuk melepaskanmu, membiarkan dirimu tumbuh dan dewasa. Tidak selamanya kamu menjadi anak kecil yang harus dilindungi dan bergantung kepada Bapak dan Ibu.

Suatu hari nanti, kamu pun akan mengalami patah hati. Entah karena cinta, pekerjaan, atau apapun di dalam hidupmu. Merasa terpuruk dan kecewa seperti yang Ibu rasakan saat ini. Ketika perasaan itu datang, ingat selalu, Bapak dan Ibu ada disampingmu.

Peluk dan cium,

Ibu

Advertisements

Catatan Ibu #5: Cantik

Ibu tahu kadang-kadang dunia bisa begitu kejam terhadap perempuan, apalagi ketika perempuan harus memenuhi standar kecantikan yang ditentukan oleh masyarakat. Tapi ingat selalu, nak, Bapak dan Ibu akan selalu menyayangimu apa adanya. Bersinarlah dengan kecantikan yang kamu miliki.

Peluk dan cium,

Ibu

Catatan Ibu #4: Grit

Ibu baru mengetahui istilah “grit” tadi siang ketika menemani kamu tidur. Angela Lee Duckworth dalam Ted Talks membahas satu hal yang sangat menarik, yaitu mengenai pentingnya grit sebagai salah satu kunci kesuksesan. Grit adalah perseverance (ketekunan) dan passion (gairah) untuk menuntaskan sebuah tujuan jangka panjang.

Menarik bukan? Tapi yang membuat Ibu lebih tertarik adalah kalimat penutup yang disampaikan, “In other words, we need to be gritty about getting our kids grittier.”

Mari menjadi gritty bersama, Nak.

Peluk dan cium,

Ibu

Catatan Ibu #3: Bosan Jadi Pegawai

Suatu hari nanti, ketika kamu sudah bekerja, akan ada saat dimana kamu merasa bosan dan lelah. Ingin membuka usaha sendiri yang lebih sesuai dengan keinginan dan minatmu. Dalam bayanganmu, membuka usaha sendiri terasa lebih menyenangkan karena bisa mengatur waktu sesuka hati. Menyesuaikan dengan ritme hidupmu. Kamu tidak merasa sedang bekerja karena kamu melakukan hal yang kamu sukai.

Tapi percayalah, nak, itu hanya ilusi. Sebuah ilusi yang menyilaukan dan terkadang membutakan.

Eits, tidak berarti Bapak dan Ibu tidak mendukung keputusanmu untuk memulai usaha sendiri. Bapak dan Ibu selalu mendukung apapun pilihanmu. Bapak dan Ibu ingin kamu benar-benar memahami baik dan buruknya setiap pilihanmu.

Ketika kamu memutuskan untuk mempunyai usaha sendiri, maka kamu harus mencurahkan segalanya. Diperlukan kerja keras dan dedikasi untuk mencapai hasil yang diinginkan. Saat perasaan lelah dan ingin berhenti muncul, ingat satu hal, mundur tidak akan membuat hidupmu lebih mudah.

Peluk dan cium,

Ibu

Catatan Ibu #2: Rencana Hidup

Ada yang bilang hidup itu perlu direncanakan dengan baik agar tak kehilangan arah. Tapi merencanakan hidup bukan pekerjaan gampang. Perlu berbagai macam analisis dan dipertimbangkan dengan baik. Sekali salah langkah, siap-siap terjerembab karena pilihan tersebut tidak bisa diulang.

Rencana hidup tidak berarti kita harus melakukan sesuatu. Kadang berdiam diri jauh lebih baik ketika hal tersebut sudah dipikirkan masak-masak.

Ingat, Nak, ketika rencana hidup yang kita miliki berkaitan dengan orang lain, jangan lupa untuk mendiskusikannya. Bagaimana pun juga, setiap keputusan yang kita buat akan berpengaruh terhadap orang tersebut. Akan tidak adil jika kita hanya menyimpan sendiri rencana tersebut.

Peluk dan cium,

Ibu

Catatan Ibu #1: Prelude

Ketika catatan ini dibuat, kamu masih sangat kecil. Kamu belum bisa membaca. Bahkan belum bisa membalikan tubuh sendiri tanpa bantuan Bapak atau Ibu. Kamu mungkin belum bisa mengerti dunia yang kita tinggali tidak sempurna. Tidak hanya berisikan gelak tawa. Ada kalanya kita harus berduka dan mengaku kalah.

Tapi Bapak dan Ibu berdoa dan berharap, semoga ketidaksempurnaan tersebut tidak menghalangimu untuk selalu mensyukuri apa yang kamu miliki. Hanya rasa syukur yang akan membuat dirimu tidak berkecil hati ketika menghadapi kenyataan hidup yang mengecewakan.

Peluk dan cium,

Ibu