Thought

Catatan Ibu #3: Bosan Jadi Pegawai

Suatu hari nanti, ketika kamu sudah bekerja, akan ada saat dimana kamu merasa bosan dan lelah. Ingin membuka usaha sendiri yang lebih sesuai dengan keinginan dan minatmu. Dalam bayanganmu, membuka usaha sendiri terasa lebih menyenangkan karena bisa mengatur waktu sesuka hati. Menyesuaikan dengan ritme hidupmu. Kamu tidak merasa sedang bekerja karena kamu melakukan hal yang kamu sukai.

Tapi percayalah, nak, itu hanya ilusi. Sebuah ilusi yang menyilaukan dan terkadang membutakan.

Eits, tidak berarti Bapak dan Ibu tidak mendukung keputusanmu untuk memulai usaha sendiri. Bapak dan Ibu selalu mendukung apapun pilihanmu. Bapak dan Ibu ingin kamu benar-benar memahami baik dan buruknya setiap pilihanmu.

Ketika kamu memutuskan untuk mempunyai usaha sendiri, maka kamu harus mencurahkan segalanya. Diperlukan kerja keras dan dedikasi untuk mencapai hasil yang diinginkan. Saat perasaan lelah dan ingin berhenti muncul, ingat satu hal, mundur tidak akan membuat hidupmu lebih mudah.

Peluk dan cium,

Ibu

Catatan Ibu #2: Rencana Hidup

Ada yang bilang hidup itu perlu direncanakan dengan baik agar tak kehilangan arah. Tapi merencanakan hidup bukan pekerjaan gampang. Perlu berbagai macam analisis dan dipertimbangkan dengan baik. Sekali salah langkah, siap-siap terjerembab karena pilihan tersebut tidak bisa diulang.

Rencana hidup tidak berarti kita harus melakukan sesuatu. Kadang berdiam diri jauh lebih baik ketika hal tersebut sudah dipikirkan masak-masak. 

Ingat, Nak, ketika rencana hidup yang kita miliki berkaitan dengan orang lain, jangan lupa untuk mendiskusikannya. Bagaimana pun juga, setiap keputusan yang kita buat akan berpengaruh terhadap orang tersebut. Akan tidak adil jika kita hanya menyimpan sendiri rencana tersebut. 

Peluk dan cium,

Ibu

Catatan Ibu #1: Prelude

Ketika catatan ini dibuat, kamu masih sangat kecil. Kamu belum bisa membaca. Bahkan belum bisa membalikan tubuh sendiri tanpa bantuan Bapak atau Ibu. Kamu mungkin belum bisa mengerti dunia yang kita tinggali tidak sempurna. Tidak hanya berisikan gelak tawa. Ada kalanya kita harus berduka dan mengaku kalah.

Tapi Bapak dan Ibu berdoa dan berharap, semoga ketidaksempurnaan tersebut tidak menghalangimu untuk selalu mensyukuri apa yang kamu miliki. Hanya rasa syukur yang akan membuat dirimu tidak berkecil hati ketika menghadapi kenyataan hidup yang mengecewakan.

Peluk dan cium,

Ibu

Sembilan Plus Plus

“Kapan lahiran?”

“Perutnya belum mules?”

“Kok masih kerja? Belum cuti? Sudah sembilan bulan, kan?”

Sebaiknya pertanyaan tabu ini tidak pernah ditanyakan pada perempuan yang sedang hamil tua dan menunggu detik-detik kelahiran anaknya. Alih-alih peduli, pertanyaan seperti ini hanya akan menyakiti si ibu. Membuat ia semakin merasa tertekan dan stres karena ia sendiri pun tidak pernah tahu kapan anaknya memberikan “sinyal cinta”. Padahal salah satu hal yang membuat si ibu akan lebih mudah melahirkan adalah perasaan yang senang dan bahagia.

Bukankah lebih baik diam-diam mendoakan agar si ibu segera melahirkan dengan selamat? Toh, kita hanya penonton. Yang berjuang mati-matian adalah si ibu.

Don’t Settle For Less

You deserve someone who loves you with every single beat of his heart, someone who thinks about you constantly, someone who spends every minute of every day just wondering, what you are doing, where you are, who you are with, and if you are OK. You need someone who can help you reach your dreams and protect you from your fears. You need someone who will treat you with respect, love every part of you, especially your flaws. You should be with someone who could make you happy, really happy, dancing on air happy.

Cacelia Ahern – Love, Rosie

Catatan Kecil

Iseng-iseng sambil menunggu dokter, saya membuka memo di handphone lama saya. Saya ingin memindahkan beberapa catatan penting yang saya simpan secara offline.

Dari sekian banyak catatan, ada satu catatan yang agak aneh. Isinya terkesan sepele.

Diantar ojeg ke kantor
Dapat uang audit
Dapat makan siang gratis
Dapat pizza ulang tahun
Ngobrolin KPR
Ketemu teman lama
Ditraktir makan malam
Diantar pulang

Setelah saya baca berulang kali, saya baru sadar, yang saya tuliskan di dalam catatan tersebut adalah hal-hal sederhana yang membuat saya bahagia. Saya akan menuliskan semua hal yang membuat saya bahagia pada hari itu, dimulai setelah saya bangun tidur hingga menjelang tidur. Lima menit sebelum tidur, saya akan membaca semua kebahagiaan yang saya terima di hari itu, bersyukur atas semua kebahagiaan tersebut dan berdoa agar hari esok sama bahagianya seperti hari ini. Setelah itu saya akan menghapus semua catatan kebahagiaan tersebut. Saya menduga, catatan tersebut tidak saya hapus karena saya ketiduran. Saya pun baru ingat, saya mulai malas menuliskan catatan kebahagiaan karena sibuk bekerja. Hingga tak punya sedikit waktu luang untuk menengok catatan di handphone.

Melihat catatan tersebut, membuat saya tersadar satu hal, bahagia tidak harus sulit. Yang membuat bahagia terlihat sulit adalah pemikiran kita sendiri dan cara kita bersyukur terhadap setiap hal kecil yang kita dapatkan.