Catatan Ibu #1: Prelude

Anakku sayang,

Ketika catatan ini dibuat, kamu masih sangat kecil. Kamu belum bisa membaca. Bahkan belum bisa membalikan tubuh sendiri tanpa bantuan Bapak atau Ibu. Kamu mungkin belum bisa mengerti dunia yang kita tinggali tidak sempurna. Tidak hanya berisikan gelak tawa. Ada kalanya kita harus berduka dan mengaku kalah.

Tapi Bapak dan Ibu berdoa dan berharap, semoga ketidaksempurnaan tersebut tidak menghalangimu untuk selalu mensyukuri apa yang kamu miliki. Hanya rasa syukur yang akan membuat dirimu tidak berkecil hati ketika menghadapi kenyataan hidup yang mengecewakan.

Peluk dan cium,

Ibu

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s