Eyang, Jangan Bobo

“Eyang bangun. Eyang jangan bobo. Ade mau main sama eyang.” kata seorang anak kecil berumur empat tahun sambil menggoyangkan tubuh kakeknya yang sudah kaku. “Eyang jangan bobo. Ade janji ga nakal lagi.”

Melihat anak kecil yang kebingungan karena eyangnya sudah tiada membuat saya bertanya-tanya. Kapan sebaiknya konsep kematian diajarkan? Bagaimana mengajarkan konsep kematian yang baik? Sehingga mereka tidak salah langkah dan berpikiran untuk menyusul kepergian orang yang paling dicintai.

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s