Masyarakat Emergency

Saya: Ternyata waktu Ibu melahirkan gue, Ibu menerapkan gentle birth dengan metode home birth (melahirkan di rumah)!

Bams: Oh ya? Kenapa?

Saya: Ketika gue lahir, fasilitas kesehatan belum sebanyak sekarang. Adanya cuma Puskesmas dan yang membantu melahirkan biasanya Bidan. Nah, dari pada jauh-jauh ke Puskesmas, mobilisasinya repot, bidannya aja dipanggil ke rumah.

Bams: Kalau dipikir-pikir, jaman dulu, home birth itu jamak dilakukan oleh masyarakat. Sekarang malah kelihatan aneh kalau mau melahirkan di rumah. Masyarakat kita ini sudah berubah menjadi masyarakat emergency.

Saya: Maksudnya?

Bams: Jaman dulu, ketika istrinya masuk usia kehamilan sembilan bulan, suaminya mulai mengurangi kegiatannya. Jaman sekarang sih lebih sayang cuti dari pada sayang istri. Liburnya pas istrinya melahirkan atau keadaan emergency. Ga punya waktu menunggu istrinya melahirkan dengan normal. Maunya serba cepat.

One comment

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s