Ritual Keagamaan Itu Sensitif

Ritual keagamaan itu sensitif. Lebih sensitif dari pertanyaan “Kapan kawin?”

Ritual keagamaan menjadi sensitif karena manusia. Mereka saling mencela satu sama lain. Membandingkan ritual keagamaan yang dilakukan. Berusaha memamerkan yang paling taat dan patuh terhadap Perintah Tuhan.

Apa gunanya menjatuhkan dengan memamerkan kepatuhan? Bukankah lebih baik saling mengingatkan? Menguatkan ketika yang lain berpaling dari Yang Maha Kuasa.

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s