Broadcast Message

Beberapa hari terakhir, beberapa group whatsapp saya ramai dengan broadcast message (selanjutnya disingkat “broadcast”) tentang begal motor di daerah Depok. Awalnya broadcast tersebut tidak mengganggu tapi lama-kelamaan, saya mulai merasa risih. Bukannya saya tidak suka mendapatkan broadcast, tapi isi broadcastnya menurut saya agak aneh.

Misalnya broadcast di bawah ini:

Info polres depok baru saja terjadi lagi pembegalan kendaraan bermotor pada pukul 19:00 wib . Terjadi di depok timur merdeka raya . Samping MIE KANGEN . Korbannya laki-laki . Mengalami luka bacok di leher hampir putus . Korban di larikan di rumah sakit sentra medika . Korban mati di tempat . Lalu kendaraan bermotor . Berhasil di bawa kabur oleh plaku . ( F 7823 SMP) . Bila menemukan kendaran berplat ini .hubunggi nomer ini ( 0896-0175-0673) trimakasih.tolong seberkan ke yang lain.

Info polres depok baru saja terjadi lagi pembegalan kendaraan bermotor pada pukul .21:15wib . Terjadi di simpangan depok dekat PT. Mewah korban perempuan berumur skitar 18-20 th   . Mengalami luka bacok di leher .dan luka tusuk di perut sebanyak 4 tusukan  . Korban di larikan di rumah sakit WARSITO  . Korban mati di tempat . Lalu kendaraan bermotor HONDA BEAT . Berhasil di bawa kabur oleh plaku . ( B 7216 EAP) . Bila menemukan kendaran berplat ini .hubunggi nomer ini ( 0896-4351-6790) trimakasih.tolong seberkan ke yang lain. WASPADA !

Ada beberapa hal yang membuat saya merasa aneh dengan broadcast tersebut:

1. Isinya kontradiktif.

Korban di larikan di rumah sakit sentra medika . Korban mati di tempat .

Korban di larikan di rumah sakit WARSITO  . Korban mati di tempat .

Kalimat ini membuat saya bertanya-tanya, dimana sebenarnya korban meninggal? Di rumah sakit atau di tempat kejadian perkara?

2. Siapakah Contact Person (CP) yang ada di broadcast?

Yang menarik, broadcast ini mencantumkan nomor tertentu yang harus dihubungi jika melihat keberadaan motor yang dibegal. Anehnya, tidak dicantumkan nama orang yang harus dihubungi tersebut dan tidak dijelaskan hubungan CP dengan pemilik motor. Lalu, kenapa saya harus menghubungi si CP? Kenapa tidak menghubungi polisi terdekat?

3. Validasi

Mengingat broadcast seperti ini mulai merajalela, tentunya kita harus kritis mengenai keabsahan berita. Bukan sekedar berita dari mulut ke mulut. Kalau memang benar, sebaiknya dibagian bawah dicantumkan link atau jika dari mulut ke mulut, bisa ditambahkan akun twitter orang yang menyebarkan, misalnya “disebarkan oleh @blablabla, @akucantik”

Saya percaya teman-teman yang menyebarkan beritanya tidak bermaksud buruk, apalagi mencelakakan orang lain. Tapi ada baiknya, jika setiap berita yang kita sebarkan di group divalidasi terlebih dahulu, minimal dibaca secara seksama. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan dan tidak diinginkan terjadi karena broadcast ini dibuat oleh orang jahat. Sedikit banyak, kita bertanggung jawab atas berita yang disebarkan.

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s