Puding Karamel

Walaupun terlihat gampang, puding karamel termasuk salah satu resep yang membutuhkan riset karena resep yang saya dapatkan dari website dan ibu-ibu di kantor memiliki takaran dan cara pembuatan yang berbeda. Saya sampai stres memikirkan perbandingan jumlah telur dan susu yang tepat agar menghasilkan kelembutan yang sesuai.

Karena terlanjur berjanji untuk membuat puding karamel, akhirnya saya nekat mengira-ngira resepnya dan menguji coba di dapur.

Puding:
2 butir telur ayam
250ml susu segar (jika menggunakan susu kental manis, tidak perlu menambahkan gula)
2 sendok makan gula pasir
1/4 sendok teh vanili

Karamel
2 sendok makan gula pasir
2 sendok makan air

Cara membuat:
Saya menggunakan teknik basah untuk membuat karamel. Saya menggunakan cara basah karena tidak mahir menggunakan cara kering. Selain itu, setelah uji coba berkali-kali, cara kering membuat karamel tidak menempel sempurna pada puding, berbeda dengan cara basah. Mungkin karena saya ga begitu jago kali ya, hehe. Intinya sih, kalau mau menggunakan cara basah, atur komposisi air dan gula dengan takaran seimbang agar bisa menempel dengan sempurna di puding.

Cara basah: panaskan air, masukkan gula pasir, aduk di atas api kecil hingga menjadi karamel. Angkat, tuang segera ke tiap wadah. Sisihkan.

Cara kering: panaskan wajan anti lengket dengan api kecil, kemudian taburkan gula pasir secara merata di atasnya, masak hingga gula menjadi karamel. Tidak perlu diaduk, cukup goyangkan wajan. Ketika berwarna kecoklatan, segera tuang karamel ke tiap wadah. Sisihkan.

Campur telur dan gula pasir, kocok hingga tercampur. Kemudian tuang sebagian susu ke dalam campuran telur, aduk rata.

Masak susu cair dengan api sedang hingga berbuih. Tuang campuran susu telur ke dalam susu yang sedang dipanaskan. Aduk rata, matikan api. Kemudian tambahkan vanili, aduk rata.

Setelah agak dingin, tuang cairan ke dalam cetakan dengan disaring. Tujuannya agar tidak ada buih-buih busa yang membuat puding terlihat jelek.

Tutup bagian atas puding dengan alumunium foil.

Letakkan di dalam loyang yang telah diberi air hangat (au bain marie) selama kurang lebih 30 menit dengan api sedang (160 c).

Jika tidak mempunyai pemanggang, puding karamel ini bisa dibuat dengan cara dikukus selama 30 menit dengan api sedang.

Untuk mengetesnya, tusuk dengan garpu. Jika tidak lengket, keluarkan dari oven atau dari pengukus. Biarkan dingin dan jangan terburu-buru untuk mengeluarkan dari cetakan.

Setelah dingin, keluarkan dari cetakan dan sajikan.
image

Catatan:
Saya menggunakan perbandingan 1 telur : 125ml susu. Takaran ini sesuai dengan kelembutan yang saya inginkan. Jika ingin lebih keras, bisa menambahkan telur. Jika ingin lebih lembut, silahkan menambahkan susu.

One comment

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s