Cerita Di Dalam Kendaraan Umum #1

Tulisan ini sebenarnya pernah saya publikasikan di blog lama saya. Karena blog tersebut dihapus, saya berencana untuk mempublikasikan beberapa tulisan yang menurut saya menarik untuk dimuat kembali di blog ini.

====

Siapa sih yang ga pernah mengeluh tentang kendaraan umum di Indonesia? Hampir sebagian besar kendaraan umum di Indonesia tidak nyaman digunakan sebagai moda transportasi. Bau asap rokok, bau ketek, lelet bin lambreta, ga pernah tepat waktu, plus banyak tindakan kriminal. Tak heran jika lebih banyak yang menggunakan kendaraan pribadi. Tapi dibalik semua ketidaknyamanan tersebut, selalu ada cerita menarik yang membuat perjalanan semakin berharga.

#1

Jalan Raya Sawangan Depok sedang mengalami perbaikan. Lalu lintas menjadi terhambat karena hanya ada satu lajur jalan yang bisa digunakan. Supir angkot yang saya tumpangi mengambil inisiatif untuk memotong jalan melalui Jalan Pitara. Sialnya, walaupun sudah memotong jalan, angkot yang saya tumpangi tetap harus mengalami kemacetan. Bau asap kendaraan, bau rokok, dan suara bising klakson membuat setiap orang ingin cepat-cepat keluar dari kemacetan.

Sebuah alarm mobil jenazah berbunyi nyaring sekali. Suara tersebut mengindikasikan bahwa mobil tersebut ingin diberikan jalan agar bisa segera mencapai pemakaman. Seorang ibu-ibu tua di dalam angkot yang saya tumpangi bersikeras untuk memberikan jalan kepada mobil jenazah tersebut. Ia berulang kali berkata, “Pir, belok aja di depan. Di sana kan ada pom bensin. Kasihan mayitnya, biarin aja dia lewat.”

Awalnya si supir terlihat tidak akan membelokan angkot ke dalam pom bensin, ternyata si supir tersebut membelokkan angkot ke dalam pom bensin. Namun, seorang ibu-ibu tua yang lain menunjukkan ketidaksetujuannya akan pendapat tersebut, si ibu-ibu tua ini berkata, “Ngapain juga sih kita harus ngalah? Kan yang lain juga ga mau ngalah. Toh sama aja kan dia kejebak macet juga kalau kita kasih jalan.”

Kemudian ibu-ibu tua yang pertama berkata “Kenapa kita harus ngikutin orang lain untuk ngasih kebaikan? Si mayit ini sudah ditunggu sama Allah, kasihan kan kalo dia harus tersiksa di jalan cuma karena orang-orang egois ga mau minggir. Segala sesuatu yang niatnya baik pasti bakal lebih dimudahkan lagi sama Allah. Ibu ga akan telat cuma karena ngasih jalan ke mayit yang mau dikuburin, malah ibu bakalan dikasih kemudahan lain sama Allah.”

#2

Dua orang perempuan bertemu tanpa sengaja di angkot. Sepanjang perjalanan dari Depok menuju Pasar Minggu, kedua perempuan tersebut bertukar cerita tentang kisah hidup mereka.

Perempuan 1: Gue ditinggalin laki gue, makanya ni sekarang empot-empotan kerja.

Perempuan 2: Gue juga ni. Mana yang gue kesal tetangga emak gue pada ngomongin.

Perempuan 1: Diomongin gimana?

Perempuan 2: Gue dibilang perek (pelacur) gara-gara gue kerja shift malem, padahal gue kerja baik-baik. Anak-anak gue yang ga ngerti apa-apa juga kena. Gue jadi kasihan. Akhirnya gue ngekos, pulangnya seminggu sekali, anak-anak gue diurusin sama emak gue. Gue ga tega ninggalin anak-anak gw yang masih kecil.

Perempuan 1: Emang salah kita apa ditinggalin sama laki? Padahal kitanya ga ngapa-ngapain. Semua orang bisanya cuma ngomongin doangan padahal ngempanin kita kaga bisa.

Kedua perempuan ini bercerita di pojokan bangku untuk penumpang empat orang. Suasana begitu kontras sekali dengan perempuan berkerudung yang duduk di bangku enam bersama anaknya dan seorang baby sitter. Perempuan berkerudung tersebut bernyanyi-nyanyi kecil dengan sang anak.

#3

Sepasang kekasih menaiki kopaja dari Pasar Festival Kuningan. Mulanya mereka duduk di bangku bis yang paling belakang, kemudian mereka pindah ke bangku bis yang terletak di tengah. Si perempuan memilih kursi yang dekat dengan jendela. Dengan riang gembira, si perempuan bercerita tentang kuliahnya, tentang hal-hal menarik di dalam kelas. Matanya berbinar-binar menceritakan hal-hal baru tersebut. Si lelaki mendengarkan dengan penuh seksama, sesekali menanggapi penuh semangat.

Di tengah perjalanan dari Pasar Festival Kuningan menuju Terminal Lebak Bulus, si perempuan bertanya dengan nada pengharapan, “Sayang, kalo aku daftar beasiswa ke luar negeri dan langsung berangkat setelah aku lulus kuliah, kamu masih mau nungguin aku ga?”

Si lelaki tercengang dengan pertanyaan dari kekasihnya tersebut, kemudian si lelaki bertanya, “Kamu berapa lama kuliah di luar negeri? Kemana?”.

Si perempuan menggenggam tangan si lelaki semakin erat.¬† “Aku daftar beasiswa ke Belanda, cuma dua tahun kok. Kamu bisa nunggu aku kan?”, dalam nada pembicaraan tersebut, terdapat sebuah pengharapan yang cukup besar dari si perempuan.

“Aku ga mau nunggu!” Si lelaki menjawab dengan tegas tanpa berpikir dua kali.

Dengan tangan yang masih menggenggam tangan sang kekasih, si perempuan melihat ke arah jendela, menatap dengan tatapan kosong penuh kekecewaan. Suasana hening hingga beberapa lama. Kemudian si perempuan menoleh kembali ke arah sang kekasih.

“Sayang…” suaranya terdengar bergetar, dengan senyuman yang dipaksakan si perempuan tersebut berkata, “cari istri yang lebih baik dari aku ya.”

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s