Kamis Kelabu

Mengingat kebaikan dirimu akan selalu menyesakkan jiwa. Berharap dirimu tidak akan pernah pergi secepat ini. Paling tidak aku berharap dirimu ada ketika aku duduk di pelaminan.

image

Samar-samar, sejak seminggu yang lalu, aku masih mendengar suaramu.

“Rima, Bapak sudah datang?”

“Rima, kau tahu bagaimana caranya?  Sini, sini, ajari saya.”

“Sudah makan, Nak? Sedang apa kau, Nak?”

Yang lucu, salah satu anak kesayanganmu memberikanku sebuah tas cantik berwarna merah muda dan berkata sama sepertimu.

image

“Untuk Rima kasih saja yang warna pink, Rima kan suka yang pink-pink.”

Seketika itu juga, air mataku meleleh. Teringat dirimu. Sesak dipenuhi oleh kenangan-kenangan dan kenyataan pahit. Agamaku melarang untuk mendoakan dirimu karena kita menyembah Tuhan yang berbeda. Padahal dirimu adalah orang yang baik.

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s