Jakarta Ketika Hujan #2

Tahun lalu, saya sempat seterek sesumbar kalau daerah di sekitar kantor saya bebas dari banjir. Kemarin saya harus menelan pil pahit kenyataan. Jalanan di depan kantor saya tergenang banjir.
image

Bahkan parkiran yang berada di basement pun ikut terendam.
image

Bagi saya dan teman-teman saya, banjir kali ini terbilang cukup parah karena area banjir meluas hingga ke daerah pinggiran Jakarta Selatan. Padahal program revitalisasi waduk dan program pengendalian banjir sudah dilaksanakan. Lalu, apa yang salah?

Pembangunan di daerah pinggiran Jakarta Selatan meningkat tajam. Akibatnya area resapan air hujan semakin berkurang karena tertutup oleh perkerasan. Hal ini semakin diperparah oleh sistem drainase yang buruk dan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Bisa dikatakan, sistem drainase untuk kota sebesar Jakarta sangat tidak memadai. Seharusnya Jakarta sudah memiliki gorong-gorong raksasa seperti di New York. Tapi gorong-gorong tersebut tetap tidak akan ada gunanya jika masyarakat masih membuang sampah sembarangan. Mereka seakan-akan tidak kapok terkena banjir dan beranggapan bahwa banjir adalah hal yang normal.

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s