Identitas

Identitas. Dengan apa kamu menunjukkan identitas?

Pertanyaan tersebut muncul dari salah seorang teman saya. Sebuah pertanyaan menarik yang mempunyai berbagai jawaban, seperti:

  • mencantumkan nama dan NPM di setiap lembar jawaban kuis atau ujian
  • KTP, KTM, paspor, dan NPWP
  • cap bibir dan tanda tangan plus foto eksklusif
  • fotokopi perbesar KTP dan ditempel di baju atau kaos
  • pakai kaos narsis yang bertuliskan nama kita

Saya menggunakan hi-heels sebagai identitas untuk menjelaskan keberadaan saya. Tapi apa jadinya ketika hi-heels saya rusak dan saya harus menggunakan flat shoes? Ketika hal tersebut terjadi, saya merasa kehilangan identitas. Ada bagian dari diri saya yang hilang. Bahkan saya sempat tidak percaya diri.

Haha, aneh ya? Tapi saya rasa hal tersebut adalah hal yang wajar karena hampir sebagian orang mengidentifikasikan diri mereka ke dalam benda-benda tertentu, logo, simbol, aksesoris, dan lain-lain. Kalau dipikir-pikir lagi, bisa saja semua hal yang kita pergunakan sebagai identitas tiba-tiba menghilang. Saya pun kembali mempertanyakan siapa diri saya yang sesungguhnya, bagaimana saya menunjukkan identitas saya dan apa yang saya lakukan untuk mengekspresikan diri saya. Pertanyaan-pertanyaan sulit yang membuat saya semakin bernafsu makan. *eh*

Padahal sebenarnya jawaban pertanyaan di atas sangat sederhana, perilaku. Perilaku akan menentukan identitas kita di dalam masyarakat. Masyarakat akan lebih mudah mengenang sebuah perilaku karena sebuah perilaku baik bisa dilakukan siapa saja, tanpa uang dan kelas sosial.

Nah, pertanyaannya, bagaimana perilaku saya? Apakah perilaku saya saat ini pantas dipertahankan sebagai identitas?

2 comments

  1. Banyak yang begitu Ma.
    Selain berusaha keras agar identitas itu melekat, mereka juga akan terus bercuap-cuap agar orang tahu.
    Kalau aku gimana ya. Aku sih tergantung sedang suka apa. Kalau sepatu, suka kitten heel, wedges dan boots. Tapi karena ganti2 jadi kayaknya gak jadi trademark juga sih…

    Like

    1. Terkait dengan masalah sepatu, saya pernah pakai flat shoes karena cedera lutut. Eh, orag di kantor langsung mengomentari, ada yang beda dari saya, katanya. Dari situ saya mulai berpikir, bahwa image yang melekat kuat di dalam benak seseorang bisa mempengaruhi cara pandang orang lain terhadap diri kita. Masalahnya, banyak yang membuat identitas ini dengan cara yang nyeleneh, Mba. Sampai kadang-kadang saya berpikiran, kok mau sih diasosiasikan dengan hal seperti itu?

      Like

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s