Kalau Bisa Dipersulit Kenapa Dipermudah

Kalau bisa dipermudah, jangan dipersulit.

Begitu motto yang ditanamkan Badan Pertanahan Nasional. Tapi kenyataannya jauh berbeda. Sejak pukul 08.00 WIB, saya sudah datang di Kantor Badan Pertanahan Kabupaten Bogor. Ketika saya datang, mesin antrian belum dinyalakan. Alasannya saluran listrik masih digunakan untuk absen pegawai Badan Pertanahan. Menyebalkan? Iya. Ga ada gunanya kan datang pagi? Karena first come belum tentu fisrt serve. Nah, yang lebih menyebalkan lagi, petugas tidak mencari tambahan saluran listrik. Malah menganggap telatnya pelayanan pemerintah sebagai sesuatu yang wajar.

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s