Bunuh Diri Dengan Makanan

“Kemarin teman gue meninggal.” teman saya bercerita lirih dalam perjalanan pulang.

“Innalillahi. Teman lu yang meninggal seumuran? Kenapa? Kecelakaan?”

“Iya, seumuran, tahun ini tiga puluh. Katanya sih kena stroke karena kebanyakan makan mie.”

Akhirnya sepanjang sisa perjalanan, kami membahas penyakit degeneratif (stroke, kanker, jantung, dsb) yang diderita generasi kami. Berdasarkan ingatan kami, sekitar tahun 1990an hingga tahun 2000an, penyakit degeneratif hanya diderita orang-orang sudah berusia lanjut. Namun seiring perkembangan zaman dan kemajuan tingkat ekonomi, penyakit degeneratif mulai diderita oleh generasi muda.

Apa penyebabnya? Apa yang membuat penyakit degeneratif meningkat cukup tajam?

Berdasarkan analisis sotoy kami, penyakit degeneratif yang diderita oleh generasi muda umumnya disebabkan oleh pola makan dan gaya hidup tidak sehat. Yah, keliatannya memang sederhana dan sepele. Tapi kenyataannya pola makan dan gaya hidup tidak sehat tersebut menjadi bagian dari keseharian kita.

  1. Hampir sebagian besar makanan yang kita konsumsi menggunakan penyedap rasa atau bahan makanan artifisial. Alasannya klasik, sibuk. Kita ga punya waktu untuk mengolah bahan alami, akhirnya bahan instan menjadi pilihan logis dan ekonomis untuk mempercepat proses masak memasak.
  2. Bangun tidur, langsung minum kopi instan karena membuat kopi dengan mesin kopi itu ga praktis.
  3. Nyemil-nyemil tanpa dosa makanan ber-MSG atau makanan dengan pemanis buatan di sela-sela jam kantor atau ketika nonton tv bersama keluarga.
  4. Kombinasi hujan dicampur malas keluar tapi perut keroncongan, akhirnya masak mie.
  5. Makan fastfood setiap kali jalan-jalan dengan teman karena murah, cepat, dan enak.
  6. Malas makan sayur dan buah.
  7. Minum air putih kurang dari sepuluh gelas per hari.

Poin-poin yang saya jabarkan di atas hanya sebagian kecil dari kebiasaan pola makan dan gaya hidup tidak sehat. Kalau dijabarin lebih lanjut, kayanya butuh lebih dari seribu postingan untuk membahas ini, hehe.

Nah, yang menyeramkan adalah kebiasaan ini mulai meracuni anak-anak yang lahir di tahun 2000-an karena mereka terbiasa dengan pola makan dan gaya hidup tidak sehat sejak kecil. Agak sedikit mengkhawatirkan sih kondisi ini, jangan-jangan mereka terkena penyakit degeneratif lebih cepat dari generasi saya. Kalau benar terjadi seperti itu, kita sebagai orang dewasa telah melanggar hak asasi anak-anak tersebut. Menurut Dosen hukum dan HAM saya, “manusia dewasa hidup di dunia dengan membawa beban moral untuk sehat, bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk anak-anak mereka.” Kalau dipikir-pikir lagi ada benarnya juga. Masa karena emak bapaknya makan ga bener sampai penyakitan, eh anaknya yang kena imbas. Kan kesian. Iya ga sih?

“Ma, kira-kira kita masih bisa gendong cucu kita ga ya kalau makannya kaya gini terus?”

Kemudian kami pun diam dalam heningnya malam sambil menikmati suara Chris Martin.

One comment

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s