Dursasana

Menurut saya, Dursasana tidak jahat. Dia hanya agak bodoh. Terutama di depan Sengkuni. Saya suka Dursasana karena menjadi paling bongsor di antara seratus bersaudara, tapi masih bisa berjenaka. Bukankah seharusnya Dursasana selalu dalam keadaan stres? Bahkan, Dursasana masih bisa punya selera humor dengan cara mengejek dirinya sendiri. Sebaik-baiknya orang, menurut pendapat saya, adalah orang yang masih mampu mengejek diri sendiri. Apalagi ejek diri itu dilakukan sebelum mengejek orang lain!

Dahlan Iskan – Buku Angin Sujiwo Tejo, hal. x, dalam Lupa Endonesa (Sujiwo Tejo)

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s