Jakarta Ketika Hujan

image

Aku benci ketika hujan turun di Jakarta karena rindu yang kutitipkan pada rintik-rintik hujan menjadi tergenang dan tak jelas berada dimana.

===

Dua jam yang lalu, teman saya mengantarkan saya pulang karena khawatir saya terjebak di kantor dan tidak bisa pulang. Sialnya, di dekat rumah saya terkena banjir hingga sebetis orang dewasa. Mau tidak mau, teman saya memilih untuk memutar dan mencari jalur alternatif setelah mengantarkan saya. Tapi ternyata sama saja dan banjir semakin menggila. Bahkan hingga saat ini teman saya masih terjebak di jalan. Padahal jarak rumah kami hanya lima belas menit.

Sambil menemani teman saya yang parkir di jalan terjebak macet, kami berdiskusi tentang drainase dan tata kota Jakarta. Salah satu poin pembahasan kami adalah engineering design drainase yang buruk. Drainase seperti dibuat asal-asalan tanpa memperhatikan kontrol kualitas karena setiap kali hujan, jalanan selalu tergenang air. Hal ini semakin diperparah dengan tidak adanya perawatan drainase oleh Pemerintah. Kegiatan infrastruktur Pemerintah lebih terpusat pada penyediaan infrastruktur. Alasannya sederhana, biaya perawatan jauh lebih mahal ketimbang biaya pembuatan drainase baru. Nah, bisa dibayangkan bagaimana kombinasi kedua hal tersebut?

Yap. Jakarta banjir!

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s