Cilok Korea

Sebenarnya sih saya lagi kepingin makan cilok. Eh, ga tau kenapa malah googling resep tteokbokki. Setelah heboh sana sini pingin bikin tteukbokki sampai ngeberantakin dapur, ujung-ujungnya sih teuteup beli tteobokki instan di Kimchi Heaven.

Saya beli Paket Tteokbokki 3 ons yang terdiri dari gochujang khusus untuk memasak tteokbokki dan tteok. Sebenarnya sih pakai gochujang biasa juga bisa, cuma gochujang khusus ini lebih praktis karena kita tidak perlu menambahkan bumbu lainnya, hanya perlu menambahkan garam.

imageOia, Kimchi Heaven ini sangat bagus pelayanannya karena paket saya diproses dengan cepat dan dalam 24 jam setelah transfer, paketnya langsung sampai. Ga nyampe 24 jam juga sih, pokonya mah bayar hari ini, besoknya sampai. Paket yang dikirimkan pun terbungkus dengan rapi bahkan ada tulisan pengingat bahwa paket tersebut berisi makanan dan mohon untuk tidak dibanting. Sayangnya saya lupa untuk memotret bagian yang berisi peringatan tersebut, maklum saya terlalu senang mendapatkan paket cilok korea, hehe.

Paketnya ini saya kirimkan ke kantor karena saya ingin menunjukkan paket tersebut ke salah satu teman kantor saya yang pecinta korea juga. Setelah melihat paket tersebut, teman saya malah mengajak saya untuk memasak tteokbokki di kantor. Kebetulan di pantry ada panci listrik yang biasa digunakan untuk memasak indomie atau menghangatkan sayur. Awalnya saya sedikit ragu. Khawatir gagal dan malah membuat tteokbokki saya terbuang sia-sia. Akhirnya dengan modal nekat, saya membuang semua keraguan dan berdoa agar tteokbokki saya bisa dimasak dengan baik.

Paket dari Kimchi Heaven ini sebenarnya tidak termasuk garam. Garamnya sih minta ke Ibu Kantin, haha.

Paket dari Kimchi Heaven ini sebenarnya tidak termasuk garam. Garamnya sih minta ke Ibu Kantin, haha.

Setelah berjuang memasak dan heboh membuat ruangan saya wangi gochujang, akhirnya jadi deh cilok koreanya alias tteokbokki. Tteokbokki yang saya buat ini tergolong sederhana, tidak ada tambahan apapun. Maklum, buatnya juga instan alias dadakan, mau nambahin telur atau daging  jelas ga mungkin. Kata orang-orang di kantor sih agak aneh rasanya, padahal menurut saya enak-enak aja, hehe.

image

Nah, cilok ini paling enak dimakan ketika masih panas. Kalau udah adem mah ga enak. Jangan disimpan dan dimakan pas lembur. Saya jamin, besoknya pasti sakit perut dan bolak-balik ke WC. Percaya deh!

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s