Work Blue Syndrome

Pernah mendengar “work blue syndrome”? Work blue syndrome adalah depresi yang dialami oleh para pekerja karena kelelahan, ketidaksiapan atau kekhawatiran berlebihan mengenai karir yang tidak sesuai harapan. Sindrom ini diikuti dengan suasana hati yang sering berubah, kadang senang, sedih, jenuh, lelah, gelisah, cemas, dan cepat tersinggung. Penderita biasanya tidak ingin berangkat pagi ke kantor, menyelesaikan pekerjaan sesuai suasana hati, dan memilih untuk mengabaikan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan.

Libur di akhir pekan atau cuti tidak bisa menyembuhkan suasana hati penderita sindrom ini. Satu-satunya yang bisa menyembuhkan penderita work blue syndrome adalah kesadaran untuk menemukan tujuan hidupnya, apa yang ingin dikerjakan oleh penderita work blue syndrome. Penderita work blue syndrome bertahan dengan pekerjaannya demi kontinuitas pemasukan dan menjaga harga diri dari status pengangguran. Mereka sangat menyadari bahwa berganti pekerjaan tidak akan menyelesaikan masalah karena akhirnya akan menambah masalah baru dan terjebak pada lingkaran setan work blue syndrome. Penderita sering kali bertahan dengan pekerjaannya dan menerima pekerjaan tersebut dengan hati yang tidak ikhlas. Akibatnya bekerja terasa menyakitkan dan penuh tekanan.

Tingkatan depresi work blue syndrome pada penderitanya cukup variatif. Jika kepribadiannya kuat, maka penderita akan bertahan dengan sikapnya yang tidak menghargai pekerjaan dan menjalankan pekerjaan hanya sebagai rutinitas hampa. Jika kepribadiannya lemah, maka tidak jarang penderita sindrom ini akan berakhir pada bunuh diri. Oleh karena itu, ada baiknya penderita sindrom ini mendapat dukungan penuh dari keluarga dan teman terdekatnya. Dukungan positif akan membuat penderita secara perlahan-lahan mengikis proteksi pemikiran negatifnya mengenai pekerjaan dan tujuan hidupnya.

***

Ga usah dicari di google untuk memastikan keabsahannya, ga bakalan ketemu. Sebenarnya (mungkin) sindrom ini benar adanya, tapi entah apa namanya. Saya juga malas nyari literaturnya. Karena mirip-mirip dengan baby blue syndrome, yowes saya kasih nama work blue syndrome saja, hehe.

Btw, kalau ada yang nemuin istilah medis yang benar mengenai gejala di atas, tolong kasih tau saya ya. Lumayan kan nambah pengetahuan, hehe.

One comment

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s