Tukang Lembur

Lembur dan status percintaan seseorang ternyata berkorelasi.

Umumnya yang sering lembur itu belum kawin atau belum punya pacar masih single. Yah, lumayan kan menghabiskan waktu sambil nyari duit. Kalau di rumah atau di kosan kan ga ada kerjaan. Main internet doang pasti bosen. Mau jalan-jalan juga ga mungkin karena cape kerja. Prinsipnya sederhana, kalau masih ada kerjaan, harus diselesaikan walaupun harus lembur karena kerjaan pasti datang terus dan ga ada habisnya.

Kalau yang sudah punya pacar, biasanya sih ga akan rela lembur sampai tengah malam. Mau sih lembur tapi pasti misuh-misuh dan setengah jam pertama dari waktu lembur dihabiskan untuk menelepon si pacar. Prinsip mereka itu, selama masih ada hari esok, ya udah besok aje ngerjainnya.

Eh, tapi ada juga sih yang sudah punya pacar tapi masih mau lembur dengan senang gembira. Kalau golongan ini, lembur buat ngumpulin duit kawin.

Nah, kalau yang sudah menikah dan masih lembur bagaimana? Wah, ini sih kondisi spesial. Golongan ini akan rela lembur karena ada dokumen pekerjaan yang tidak boleh dibawa ke rumah atau pasangannya jauh.

2 comments

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s