Mereka Dikucilkan

Mereka dikucilkan ketika hamil di luar nikah.

Jika masih sekolah, perempuan yang hamil di luar nikah akan dikeluarkan dari sekolah. Diperlakukan layaknya kotoran yang mengganggu. Dibiarkan tanpa pendidikan dan masa depan. Meratapi hidup yang telah hancur. Akhirnya mereka memilih aborsi karena melahirkan anak yang dihasilkan dari hubungan di luar nikah hanya akan menjadi aib keluarga. Demi sebuah masa depan, demi menikmati pendidikan formal.

Mereka dikucilkan ketika hamil di luar nikah.

Perempuan yang telah bekerja dan hamil di luar nikah akan dipaksa untuk menikah dengan laki-laki yang menghamilinya atau laki-laki lain yang mau dibayar untuk pernikahan sementara. Mereka tidak dibiarkan untuk melahirkan anaknya sendirian. Melahirkan anak tanpa suami adalah aib yang sangat besar bagi keluarga. Jika tidak siap menikah, aborsi adalah pilihan yang tepat.

Mereka dikucilkan ketika hamil di luar nikah.

Katanya pengucilan adalah tindakan preventif dan kuratif. Preventif karena membuat generasi muda takut melakukan hubungan seks bebas. Kuratif karena langsung menghukum pelaku yang ketahuan melakukan hubungan seks di luar nikah. Pertanyaannya, apakah pengucilan memang benar-benar tepat? Karena efek samping dari pengucilan adalah aborsi ilegal, perempuan-perempuan yang putus sekolah, dan anak-anak yang dicap sebagai anak haram.

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s