Martabak

Beberapa hari yang lalu, aku bercerita tentang martabak telur di depan gang rumahku. Bercerita tentang ramainya pembeli yang mengantri dan betapa enaknya martabak telur tersebut.

Semalam, kita berjanji akan menikmati martabak telur bersama-sama.

Hari ini, sepanjang hari aku membayangkan rasa martabak telur. Ah, bukan rasa martabak telur yang kubayangkan tapi aku membayangkan kamu menyantapnya dengan lahap dan mengatakan betapa enaknya martabak telur di depan gang rumahku.

Sayangnya, semalam hanya mimpi karena saat ini aku menikmati martabak telur sendirian, sambil menangis di pojok ruangan.

image

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s