PR Untuk Dipikirkan

“Bunda, aku nonton film dulu ya.” kata seorang anak perempuan sambil memberikan ciuman perpisahan.

“Have fun ya, sayang.” Si ibu tersenyum kecil.”Bunda tunggu di sini ya.”

“Oke, bunda.”

Dengan tatapan nanar, si ibu melihat punggung anaknya yang tergesa-gesa memasuki studio. Saya tertegun melihat pemandangan tersebut. Saya pikir mereka akan menonton film bersama. Tapi ternyata tidak bisa.

Apakah kita bisa menyediakan fasilitas untuk mereka?

Apakah kita bisa menyediakan fasilitas untuk mereka?

Saya baru menyadari bahwa tidak ada satu pun bioskop di Indonesia yang memiliki fasilitas untuk mereka yang tuna daksa. Padahal mereka yang tuna daksa pun ingin menonton film bersama keluarga. Tapi sepertinya kesenangan seperti itu hanya dimiliki oleh mereka yang bertubuh sempurna.

6 comments

    1. Kayanya hal seperti itu tidak memungkinkan karena agak merepotkan. Lagipula, kalaupun bisa, pasti si ibu sudah menonton bersama anaknya🙂

      Like

    1. Kalau sekedar duduk di bangku terdepan, 21 atau XXI pun bisa. Hmm, sebenarnya masalahnya klasik. Asal menyediakan, yang penting ada, yang penting keliatan peduli.

      Like

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s