Kita Begitu Berbeda

Ternyata nilai-nilai yang kita perjuangkan tidak lagi sama. Kamu memilih untuk berkoalisi dan aku memilih untuk menjadi oposisi.

Teriakan-teriakan lantang yang dulu kita perjuangkan untuk mendapatkan keadilan, ternyata semakin menghilang karena terjerat arus kekuasaan. Janji-janji yang diucapkan untuk tetap mempertahankan nilai-nilai yang kita anut, ternyata hanya menjadi pemanis dalam sebuah kenyataan pahit.

Dulu, kita bergerak atas nama rakyat dan nurani yang kita percayai. Tapi kini, kamu bergerak untuk mempercantik citra politik. Dulu, kamu percaya bahwa kami yang berjuang bersamamu untuk mencari keadilan adalah keluarga. Tapi kini, kamu lebih memilih mereka yang bersolek untuk mendapatkan citra politik sebagai keluarga.

Katamu, kita berjuang di jalan yang sama dengan cara yang berbeda. Tapi menurutku, kita berjuang di jalan yang berbeda dengan jalan yang berbeda pula.

Bagimu, aku terlalu naif karena tidak mau menyamakan langkah dengan cara-cara birokrat. Tapi bagiku, jalan-jalan birokrat terlalu munafik dan memendam suara yang akan kita perjuangkan. Bagimu, aku radikal. Tapi bagiku, aku adalah seorang pejuang yang akan mempertahankan nilai-nilai yang aku percaya hingga titik darah penghabisan.

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s