Nominal dan Gelar

Katanya mempunyai gelar sarjana akan membuat hidup seseorang menjadi lebih berarti karena mempunyai keahlian dan kemampuan yang lebih dibandingkan orang lain yang tidak mempunyai gelar sarjana. Gelar sarjana akan dihargai tinggi, sesuai dengan nominal yang dikeluarkan untuk mendapatkan gelar sarjana.

Tapi hari ini saya melihat sebuah kenyataan yang berbeda. Saya melihat seorang laki-laki dengan gelar sarjana dari salah satu universitas negeri terkemuka menjadi seorang tukang parkir. Ketika ditanya mengapa tidak mencari pekerjaan lain yang sesuai dengan gelar sarjananya, ia tertawa kecil dan menjawab, “Masalahnya, belum ada yang mau nerima gue. Kalau ada, ngapain gue panas-panasan jadi tukang parkir? Gue kan perlu duit buat makan, apa aja gue kerjain deh daripada nganggur.”

Miris dan ironis. Apalagi ketika melihat kenyataan bahwa orang-orang disekeliling saya melepaskan pekerjaan mereka karena menginginkan gaji yang lebih besar, padahal gaji yang mereka dapatkan sebelumnya cukup besar bagi seseorang dengan gelar sarjana muda. Ya, lagi-lagi kita dibenturkan pada kenyataan, bahwa besar kecilnya sesuatu merupakan sebuah relativitas sehingga tidak ada patokan yang pasti.

Begitu juga dengan gelar sarjana, ternyata gelar sarjana pun belum tentu membawa sebuah kepastian untuk menjadikan hidup seseorang lebih baik. Ada sebuah relativitas yang tidak pernah disadari, terutama tentang nominal.

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s