Saweran

Salah satu prosesi adat dalam pernikahan sunda adalah saweran. Kedua mempelai duduk berdampingan dan dipayungi. Kemudian kedua mempelai diberikan wejangan berupa nyanyian dalam bahasa sunda yang berisikan nasihat dalam menjalani hidup berumah tangga. Setelah itu orang tua kedua mempelai akan melemparkan berbagai macam barang ke payung yang menaungi kedua mempelai.

Barang-barang yang akan dilemparkan ditaruh dalam sebuah bokor. Isinya terdiri dari uang receh, beras, irisan kunyit, permen, dan lipatan daun sirih. Masing-masing mempunyai makna tertentu.

  • Uang receh sebagai perlambang kemakmuran, walaupun jumlahnya kecil tapi jika dikumpulkan sedikit demi sedikit maka akan menjadi bukit
  • Beras adalah simbol kesejahteraan
  • Permen menandakan sepahit apapun kehidupan harus selalu diselesaikan dengan manis
  • Irisan kunyit dianalogikan bahwa kunyit itu bermanfaat bisa untuk makanan, bisa untuk obat. Istri harus berperan seperti kunyit, bisa memasak dan menjadi obat untuk suaminya kelak
  • Lipatan daun sirih diharapkan agar dalam membina tetaplah harum dan bermanfaat seperti daun sirih

Penonton akan berebut untuk mendapatkan saweran karena saweran yang telah mengenai payung dipercaya akan mendatangkan keberkahan. Bagi yang belum menikah, maka akan segera menikah. Sedangkan untuk yang sudah menikah, maka kehidupan rumah tangganya akan awet dan langgeng hingga maut memisahkan.

Insyaallah, bulan Syawal 2012

Insyaallah, bulan Syawal 2012

5 comments

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s