Balada Kebaya

Pagi-pagi grasak-grusuk, heboh mau pergi ke tempat akad nikah. Penuh dengan teriakan-teriakan panik.

“Ibu, pinjem bros.”

“Ibu, kerudung coklat garis-garis dimana?”

“Ibu, kainnya pake yang mana?”

“Ibu, liat hi-heels yang item 10cm ga?

“Ibu, steamer dimana?”

“Ibu, bantuin pake kebaya.”

Breeet.

Seketika teriakan saya berhenti karena bunyi kebaya yang robek. Padahal belum dikancingin loh, baru dimasukin ke badan saya, eh langsung robek. Ya oloh, saya nambah gendut. Ibu ketawa ngakak. Pingin nangis tapi udah siang, akhirnya malah ketawa miris. Untungnya bagian yang robek ga terlalu besar, masih bisa dijahit dan ga akan terlalu keliatan. Setelah itu, dengan perlahan-lahan, ibu membantu saya mengeluarkan kebaya.

Eh, di tempat kondangan pun, teman-teman saya berkomentar sadis. “Ma, pake korset ya? Perutnya rata banget tapi badannya kok gemukan.” *nangis di pojokan*

7 comments

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s