Apa Kabar Tipes?

Selama sakit, ia selalu mengirimi sebuah pesan singkat yang sama, “Apa kabar tipes?”. Aku selalu bertanya-tanya, kenapa ia lebih peduli tentang keadaan Tipes. Apakah ia ingin bertemu Tipes? Ah, semoga saja bukan. Jika ia bertemu Tipes, aku khawatir putih-putih melati Ali Baba akan merindukannya. Eh, sepertinya salah karena yang akan merindukannya adalah perempuan molek bertenaga laki-laki di Pasar Kembang.

Hari ini pun ia mengirimi pesan singkat yang sama. Tapi aku sedikit bingung untuk membalasnya karena balasannya akan sama dengan jawabanku kemarin, kemarinnya lagi, dan kemarin kemarinnya lagi. Masa aku harus mengirimkan kabar yang sama setiap harinya. Bukankah ia sudah tau bahwa si Tipes sangat gembul. Apa saja dilahap, walaupun makanan dan minuman itu tidak ada rasanya dan aneh-aneh, seperti bubur tanpa rasa yang dicampur telur setengah matang, cekok daun-daun yang dibuat oleh nenekku dan susu coklat dengan taburan cacing yang telah digarang.

Hmm, kira-kira apa ya yang harus aku kabarkan tentang si Tipes? Haruskah aku bercerita tentang si Tipes yang suka sekali tidur dan bermalas-malasan hingga membuat badanku lemas?

Aku yang sedang bosan dan hanya ditemani Toci II.

9 comments

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s