#WarnaiHidupmu

Kalau diibaratkan dengan makanan, cerita ini udah basi karena kelamaan disimpan. Tapi biarin aja deh, daripada ga diceritain. Anggap saja seperti makanan yang baru saja jatuh, belum lima menit, hoho.

Satu bulan yang lalu Seta Kresna Wirama ditawarkan untuk mengisi acara oleh adik kelas saya. Kirain manggung biasa. Eh, ternyata kami diminta untuk mengisi acara di peluncuran Warnai Hidupmu Intel Indonesia. Saya langsung jejingkrakan begitu mengetahuinya. Hoho, bakalan ketemu banyak artis dan orang penting. Lumayan kan bisa menambah koleksi foto narsis.:mrgreen:

Rencananya saya akan menjadi penyanyi dan tidak memegang alat karena panitia acara menginginkan versi ringkas dari kelompok gamelan. Kata panitianya sih, “Yang penting ada bunyi-bunyian gending jawa, ga perlu full team.” Tapi rencananya berubah total. Beberapa hari menjelang pementasan, kami diberitahukan secara detail mengenai konsep acara. Kami ditempatkan sebagai pembuka yang bertujuan menghibur tamu-tamu yang kecepatan datang dan harus menunggu tamu-tamu lain yang super ngaret sebelum acara dimulai. Karena acara ini adalah undangan terbatas, biasanya para tamu sudah saling mengenal, sehingga mereka akan lebih banyak mengobrol untuk mengisi waktu. Selain itu, tempatnya pun agak sedikit kecil. Kebayang dong seperti apa suasananya kalau ada tambahan suara-suara merdu yang menyanyikan lagu-lagu jawa, mau ngobrol pun repot karena harus mengeraskan suara.

Nah, daripada tamu-tamu ga bisa mengobrol dengan bebas, maka kami memutuskan untuk tidak menyanyi dan instrumennya pun dimainkan dengan pelan tanpa menggunakan pengeras suara.

Sambil menunggu acara dimulai, tamu-tamu tidak hanya mendengarkan instrumental gamelan jawa, tetapi juga disuguhi camilan-camilan kecil. Emang ga bikin kenyang, tapi kalau ngambil banyak sih lumayan bikin kenyang, itu juga kalau ga tau malu untuk bolak-balik ngambil makanan kaya saya. Asik banget kan? Ngobrol dengan teman sambil ditemani camilan-camilan cantik.

Oia, panitia acara juga menyediakan beberapa laptop yang telah terpasang software batik fractal. Tamu-tamu pun dapat mencoba sendiri seperti apa kehebatan software hasil karya anak bangsa.

Acara dimulai dengan pemutaran video sederhana yang bercerita tentang perjalanan Batik Fractal dan Jogja Hip Hop Foundation (JHF). Videonya keren deh, tapi saya hanya menemukan video tentang Batik Fractal, huhu.

Setelah video selesai, JHF muncul menyanyikan lagu “Jula-juli Lolipop”. Di pertengahan lagu, keluarlah model-model cantik yang memakai gaun-gaun batik untuk berlenggak-lenggok bersama JHF.

Kemudian acara dilanjutkan dengan perbincangan ringan dengan perwakilan Intel Indonesia, Hannah Hillard (pembuat video “Warnai Hidupmu”), Nancy Margried (Batik Fractal) dan Kill The DJ (JHF). Sayangnya saya ga sempat mengikuti perbincangan ini lebih banyak karena kalap melihat makan siang. Maklum lah, belum makan dari pagi.

Secara keseluruhan, acara ini top markotop dan tidak membosankan. Konsep acaranya pun cukup menarik. Ga terlalu banyak promo tentang Intel dan lebih mengedepankan inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Nancy Margried dan JHF dalam menjaga budaya Indonesia.

Oia, saya sempat melihat beberapa media yang diundang untuk mengupas lebih banyak tentang kegiatan ini. Tapi saya tidak menemukan pemberitaan secara online mengenai kegiatan ini. Hmm, apa salah mengetikkan kata kuncinya ya?

This slideshow requires JavaScript.

Update:
Akhirnya video tentang JHF telah dirilis. Check this out!

One comment

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s