Ide-ide Nyasar

Setiap kali saya mengecek statistik blog, selalu saja ditemukan orang-orang yang nyasar dengan kata kunci “ide pimnas”. Wueleh, ada apa toh? Kok nyasarnya ke blog saya. Mungkin karena tulisan ini kali ya. *tepok jidat*

Nah, daripada nyasar-nyasar geje tiada arti. Saya akan memberitahukan beberapa rahasia kecil tentang PIMNAS, terutama tentang ide-ide yang dapat digunakan untuk lolos PIMNAS dan bahkan memenangkannya. Eh, tapi di tulisan ini, saya hanya akan memberikan beberapa tips dan trik, bukan judul-judul atau ide yang bisa diikutsertakan untuk PIMNAS. Semoga bisa membantu.😀

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, ide-ide yang memenangkan PIMNAS adalah sesuatu yang orisinal, unik, dan mudah diaplikasikan terhadap masyarakat. Hal lain yang akan menjadi penilaian adalah kesesuaian bidang ilmu yang kita miliki dengan proposal PIMNAS yang akan dibuat. Kenapa perlu ada kesesuaian? Intinya sih sederhana, buat apa susah-susah kuliah tapi ternyata ilmu yang kita miliki tidak dapat diaplikasikan. Jika ilmu ini bisa diaplikasikan, tentunya akan menarik minat juri-juri dan mendapatkan nilai lebih. Tapi bukan berarti proposal PIMNAS yang ga sesuai bidang ilmunya ga akan dilirik juri.

Kalau menemukan ide kita sama dengan pemenang PIMNAS sebelumnya dan/atau proposal-proposal yang pernah lolos PIMNAS, kita dapat menyiasatinya dengan mengubah pelaksanaannya. Pokonya harus ada unsur yang membedakan dengan ide-ide yang pernah ada. Cari tema yang belum pernah ada. Keliatannya susah ya? Tapi ga juga kok, karena sebenarnya masyarakat mempunyai banyak permasalahan yang belum dapat diselesaikan. Buka mata lebar-lebar dan lebih jeli melihat permasalahan yang ada.

Bocoran kecil lagi, penilaian terbesar di tahap pertama adalah penilaian unsur kreativitas. Karena setiap tahunnya DIKTI menerima lebih dari 20 ribu proposal, maka penilaian ini akan dilihat dari judul proposal. Judul proposal akan menentukan kesuksesan kita menembus seleksi pertama. Jangan kaget kalau proposal dibuang karena judulnya ga menjual dan membuat ide kita terllihat jadul. Yah, judul itu seperti cinta pada pandangan pertama, kalau judulnya menarik, pasti akan dilihat isinya. Kuncinya jangan buat judul yang panjang-panjang, cukup 12 kata. Dalam 12 kata tersebut kita harus menggambarkan ide kita dengan baik.

Judulnya pun harus disesuaikan dengan PKM yang diikutsertakan. Misalnya, untuk PKM-K, buat judul sebuah kegiatan wirausaha yang idenya benar-benar unik dan orisinal, bahkan kalau bisa kegiatan wirausaha yang kita lakukan dapat memberdayakan masyarakat dan meningkatkan perekonomian. Contoh lainnya, untuk PKM-T, judul harus menggambarkan teknologi yang dibuat dapat menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat dan telah bekerja sama atau memiliki mitra.

Oia, penggambaran ide di dalam judul, sebisa mungkin menyatakan bahwa kegiatan ini aplikatif dan dapat membantu masyarakat. Inget Tridharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa ga cuma kuliah dan/atau membuat penelitian, tapi juga membantu masyarakat. Menurut saya sih, ini yang paling penting. Tujuan dilaksanakannya PIMNAS bukan hanya berupaya meningkatkan minat mahasiswa terhadap penelitian, yang terpenting adalah mahasiswa dapat membantu memecahkan masalah yang terjadi di masyarakat dan membuat hidup masyarakat menjadi lebih baik lagi.

2 comments

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s