#saveUI

Kenapa harus menggunakan tagar #saveUI bukan #selamatkanUI?

spanduk #saveUI yang terpasang di halaman parkir FASILKOM

spanduk #saveUI yang terpasang di halaman parkir FASILKOM


Katanya agar gaung penyelamatan sebuah universitas negeri yang menyandang nama Indonesia mendapat perhatian dunia internasional, paling tidak mereka mengetahui gerakan moral ini melalui topik hangat di twitter. Namun hampir sebagian besar pendukung gerakan moral #saveUI menggunakan bahasa Indonesia. Lalu bagaimana dunia internasional dapat memahami #saveUI? Mungkin dunia internasional harus lebih proaktif untuk mencari tahu isi propaganda dengan menggunakan mesin pengalih bahasa dari Google.

Jika menginginkan penjelasan yang lebih lengkap dari sebuah rangkaian 140 karakter, maka harus mencarinya di mesin pencari dengan kata kunci #saveUI. Tapi sepertinya sia-sia belaka jika berupaya mencarinya karena yang ditemukan adalah tulisan-tulisan tentang penyimpanan antarmuka pengguna atau User Interface (UI). Bukankah hal ini menimbulkan kerancuan bagi dunia internasional yang ingin mencari tahu tentang gerakan moral #saveUI?

pin #saveUI

pin #saveUI

Saya sangat setuju dengan gerakan moral #saveUI, tapi hingga saat ini saya masih bertanya-tanya apa gunanya menggunakan tagar #saveUI di spanduk atau pin, jika masyarakat awam yang membacanya hanya bisa menggunakan bahasa Indonesia? Mana yang lebih penting, gerakan moral ini diketahui oleh dunia internasional atau menjadi isu bersama masyarakat Indonesia?

Mungkin memang benar, apa yang saya pikirkan terlalu rumit karena hal yang terpenting adalah mahasiswa UI mengetahui dan mengerti gerakan moral ini. Syukur-syukur jika ada masyarakat awam atau dunia internasional yang tertarik mengetahui masalah yang terjadi di UI. Toh, ini hanya masalah internal yang berkaitan dengan kisruh tata pengelolaan kampus dan tidak ada kaitannya dengan unsur kebahasaan. Jadi kenapa saya harus ambil pusing tentang penggunaan bahasa pada sebuah tagar gerakan moral penyelamatan universitas negeri yang menyandang nama Indonesia. Karena mungkin saja alasan penggunaan tagar #saveUI sangat sederhana, karena bahasa Indonesia terlalu kuna dan tidak dapat mengekspresikan gerakan moral #saveUI dengan tepat.

2 comments

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s