Embun II

Dengan penuh semangat, aku berlari menuruni lembah dan berubah wujud dari kabut menjadi embun. Tak sabar bertemu dengan pujaan hatiku, matahari.

“Aku merasakan kedamaian di setiap detiknya saat berjumpa dengan kamu.” kata matahari dengan tatapan sedih. “Tapi kamu akan segera pergi karena sinarku.”

Aku tersipu malu mendengar ucapan matahari. “Aku akan kembali lagi esok pagi. Kita akan bertemu lagi dan memadu kasih, walaupun hanya sesaat.”

2 comments

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s