Positif dan Bahagia

Inget ga ade kelas kita yang meninggal karena kanker darah? Apa yang lu inget tentang dia? Seseorang yang bahagia kan?

Dia itu hidupnya melarat banget, sumpah beneran melarat banget ampe ga bisa lu bayangin. Tapi dia ga pernah nunjukkin kalau dia susah dan melarat. Dikit banget deh orang yang tau. Dia ga mau ngerepotin orang lain, termasuk ngerepotin orang tuanya. Supaya bisa sekolah, dia nyari beasiswa mati-matian karena orang tuanya ga mampu. Bahkan orang tuanya tau dia sakit kanker darah pas anaknya pingsan di kampus dan masuk rumah sakit, beberapa hari mau meninggal. Selama ini, dia selalu nyembunyiin kalau dia sakit. Dia banting tulang mati-matian, kerja ini itu, supaya bisa berobat. Dia tau kalau penyakitnya itu ga ada obatnya, tapi dia tetep berusaha untuk keliatan sehat supaya orang tua dan orang-orang disekelilingnya ga cemas. Setiap hari selama hidupnya, dia selalu menyebarkan keceriaan dan senyuman untuk orang lain.

Gue paling inget banget waktu dia bilang “Hidup itu terlalu singkat jika diisi dengan hal-hal yang berbau negatif. Mending mikir positif deh, hidup jadi lebih bahagia, ga cuma buat kita tapi juga buat orang-orang disekeliling kita. Tuhan pun pasti lebih senang jika kita berpikir positif. Saya bersyukur diberikan hidup yang seperti ini, karena saya yakin ada banyak orang yang lebih ga beruntung dibanding saya. Saya bahagia dengan hidup saya.” Gila banget ga sih?

Nto, dalam sebuah obrolan panjang di telpon

3 comments

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s