Malu Dengan Tukang Sampah

Sejauh ini saya hanya mengingatnya sebagai tukang sampah yang selalu datang setiap dua hari sekali ke rumah saya. Kata Ibu, tukang sampah kami adalah orang yang baik, polos dan sangat menghargai setiap kehidupan. Kehidupan yang mungkin bagi sebagian orang tidak berarti.

Tanpa ragu dan jijik, ia mengambil sampah-sampah yang hampir membusuk. Bau tak sedap dan belatung-belatung kecil pun ia hiraukan, hanya demi selembar uang lima ribu rupiah.

“Terima kasih, bu. Terima kasih, bu. Terima kasih, bu.” Ia selalu mengucapkannya dengan nada riang dan mata yang berbinar-binar, seolah-olah uang yang diterimanya berjumlah sangat besar.

Ibu menganggapnya sebagai pendukung rumah tangga kami karena tanpanya kami tidak akan memiliki rumah yang bersih dan sehat tanpa sampah. Ibu selalu mewanti-wanti saya dan adik saya agar tidak meremehkan pekerjaan yang dilakukannya. “Kamu pikir beresin sampah itu gampang? Belum tentu kamu tahan. Jadi tukang sampah itu resikonya besar. Mereka rentan terhadap penyakit yang dibawa dari rumah kita.”

Sudah seminggu sampah-sampah di rumah kami dibiarkan menumpuk karena tidak ada yang mengangkut. Ibu mulai uring-uringan karena bau yang tidak sedap menyeruak dari tempat sampah.

“Ternyata si babeh tukang sampah itu sakit.” kata Ibu saya ketika kami memasak bersama.

“Kata siapa?”

“Nanya sama orang pasar.” Ibu terdiam sejenak. “Kata orang pasar, si babeh itu baik banget. Dia ngerawat anak yatim di rumahnya. Malah katanya ngajarin ngaji juga kalau malem. Dia ga pernah mau dibayar, katanya kesian sama orang tua anak-anak yang diajarin ngaji. Karena mereka itu kerjaannya cuma kuli bangunan, pembantu, kuli angkut di pasar, yah kerjaan yang uangnya ga besar. Makanya dia seneng banget kalau dapet uang angkut sampah. Semoga cepet sembuh ya. Kesian aja kalau lebaran kaya gini malah sakit.”

Saya hanya terdiam sambil mengiris bawang. Merasa malu dengan tukang sampah.

3 comments

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s