Weekly Photo Challenge: Flowers

Saya ga suka weekly photo challenge kali ini, karena terlalu banyak foto yang ingin saya tampilkan. Hmm, akhirnya saya memilih dua foto favorit saya dan alasan saya memilihnya.

Here we are~

One of my favorite flower bouquet

One of my favorite flower bouquet

Pernah dapat bunga di depan toilet? Nah, ini dia bunga yang saya dapatkan di depan toilet. Untung bunganya bagus, jadi dosanya termaafkan.

Well, itu cerita sampingannya.Cerita aslinya adalah saya mengeluh karena tidak pernah diberikan bunga oleh seorang laki-laki gembul dan berpipi montok. Akhirnya saya disuruh memilih sendiri bunga yang saya inginkan. Jadi si laki-laki gembul dan berpipi montok hanya perlu membayarnya saja. Loh, kok saya yang pilih? Saya ini agak-agak bawel dan ga suka bunga mawar, ya daripada pusing, bukankah lebih baik saya memilih sendiri bunga yang diinginkan?

Oia, saya juga menawar harga bunganya. Si laki-laki gembul dan berpipi montok hanya bisa menggelengkan kepala melihat saya merayu penjual bunga agar memberikan harga super murah.

Rangkaian bunga ini terdiri dari bunga seruni (chrysanthemum), bunga bakung putih (lily putih), bunga anthurium, dan bunga mahrit putih. Hmm, kalau digambarkan orang yang mendapatkan bunga ini adalah seseorang yang ramah, ceria, dan cinta yang diberikan oleh si pemberi bunga adalah cinta yang tulus.

Edelweiss

Edelweiss

Saya pernah sesumbar, jika ada laki-laki yang memberikan saya edelweiss dan menyatakan cinta, maka saya akan menerimanya tanpa ragu. Karena edelweiss adalah perlambang cinta yang tulus, penuh pengorbanan, dan keabadian.

Bunga ini hanya tumbuh di lereng-lereng gunung yang tinggi. Penyebarannya bervariasi, akan tetapi lebih sering dijumpai di daerah berbatu pada ketinggian 2000-3000 Mdpl. Sehingga untuk mendapatkannya memerlukan perjuangan yang berat. Selain itu, harus main petak umpet dengan petugas karena bunga ini merupakan salah satu bunga langka, jadi tidak diperbolehkan untuk mengambil dan membawa pulang. Kalau ketauan petugas, bisa berabe lah urusannya.

Keunikan lain dari bunga ini, meskipun dipetik edelweiss tidak akan berubah bentuk dan warnanya, selama disimpan di tempat yang kering dengan suhu ruangan. Oleh karena itu edelweiss sering disebut sebagai lambang keabadian.

Karena alasan-alasan tersebut, saya pun menjadi terobsesi memiliki bunga edelweiss. Suatu hari saya meminta teman saya untuk mengambilkan edelweiss ketika ia akan melakukan pendakian di Gunung Gede Pangrango. Dengan tatapan kesal dan marah teman saya berkata “Ma, gue itu pecinta alam. Masa lu nyuruh gue vandalisme. Itu sama aja berlawanan dengan prinsip hidup gue! Gue ga mau edelweiss menjadi abadi dalam mitos para pendaki!”

*cleb*

Seminggu kemudian, setelah pulang dari pendakian, teman saya memberikan bunga ini.

“Lu ngambil bunga ini?” saya menatapnya heran.

“Kaga. Dikasih salah satu pendaki vandalisme yang ditolak cintanya.”

“Lu nolak cowo yang ngasih bunga edelweiss?”

Teman saya menghela nafas dan menatap saya dengan tatapan kesal “Ih, bukan gue. Jadi si xxx nyatain cinta sama cewe, terus ditolak, bunganya dibalikin.”

“Kenapa bunganya ada sama lu?”

“Kemarin mau dibuang. Terus gue kepikiran lu, ya udah gue minta aja deh bunganya. Sayang banget kalau dibuang, mungkin aja lebih berguna buat lu. Walaupun gue ga ngerti apa gunanya bunga ini kalau dipetik dari habitat aslinya. Ya kali aja mau dikasih ke seseorang yang udah lu anggap sebagai cinta sejati.” teman saya terdiam sejenak, kemudian menatap saya dengan tajam “Lain kali, jangan minta bunga ini ya sama cowo. Kalau ada cowo yang mau melakukan hal gila untuk ngambil ini, berarti dia ga bener-bener sayang. Mungkin aja suatu hari nanti dia berbuat jahat dan gila, terus menggunakan alasan cinta untuk menghalalkan tindakannya. Ada banyak cara untuk menyatakan cinta dengan gila tapi ga merusak dan melanggar peraturan. As I said before, gue ga mau edelweiss menjadi abadi dalam mitos para pendaki.”

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s