Berbukalah Dengan Upil

“Geser-geser, gue belom makan samsek ni” saya mendorong pelan adik saya dari meja makan.

“Lah, tadi buka di jalan?”

“Iya, tapi gue lupa beli minum sama makanan pula”

“Terus bukanya pake apa?” adik saya bertanya keheranan.

“Ngupil”

“Jangan bilang kalau lu ngupil di angkot?” adik saya menatap curiga.

Saya mengangguk “Seinget gue, salah satu hal yang membatalkan puasa adalah memasukkan sesuatu benda ke dalam rongga tubuh melalui lubang yang terbuka. Ya udah, gue pilih ngupil daripada ngemut jari kaya bayi. Sayang aja ga ada gula, kaga sesuai sunnah dah. Berbuka dengan yang manis.” Saya menjawab enteng sambil mengunyah tahu goreng.

“Itu kan pendapatanya masih pro dan kontra ya.” Tiba-tiba mata adik saya terbelalak lebar “Eh, bentar-bentar, jangan bilang kalau lu ga cuma ngupil tapi makan upilnya juga?”

Saya tertawa “Tebak aja sendiri. Kira-kira gue makan upilnya ga?”

2 comments

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s