Ilmu atau IPK?

Ah, ambil mata kuliah yang bisa dapat nilai A aja, biar IP dan IPK naik

Bagi Mapres (mahasiswa IP ngepres) seperti saya, nilai A adalah surga dunia. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, buat apa ya saya kuliah kalau saya hanya mengejar nilai? Bukankah ketika kerja nanti yang akan dipertanyakan adalah ilmu saya? Ah, sepertinya terlalu naif. Perekrut kerja akan lebih mudah menyeleksi melalui IPK dan parameternya cukup jelas, kalau tidak pintar, ya ga akan dapat nilai A.

Mengambil mata kuliah itu harus bijak. Prinsip penting dalam memilih mata kuliah adalah memilih mata kuliah yang disukai sebelum masuk dunia kerja. Karena kita tidak tahu apakah masih bisa diberi kesempatan untuk mengambil mata kuliah yang kita inginkan itu kelak kalau kita kuliah lagi. Tidak mau juga kan, ketika kita dapat nilai A di mata kuliah itu tapi tidak bisa mempertanggungjawabkan, habis kuliah lenyaplah pengetahuan dari kelas.

Bukankah lebih menyenangkan mendapatkan ilmu dibandingkan nilai? Percayalah, ilmu tidak akan pernah lekang oleh waktu. Akan selalu ada lahan pekerjaan untuk setiap ilmu yang diperoleh, selama kita dapat dipertanggungjawabkan ilmu tersebut.

Bapak Ganteng a.k.a Pembimbing Skripsi

Mungkin nasihat Bapak Ganteng ada benarnya. Ini adalah semester terakhir saya, jangan sampai saya menyesali setiap mata kuliah yang akan saya ambil. Bukan nilai yang memberikan makna terhadap ilmu yang telah diambil, tapi ilmu yang akan memberikan makna atas setiap nilai yang diperoleh.

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s