Ctrl + Alt + Z

Ada kalanya kita terjatuh, seakan hampa menusuk jiwa. Menjadi objek kekejaman karena ketidakmampuan menghadapi kenyataan. Keluh kesah tanpa makna. Kepasrahan dalam spektrum hitam dan putih.

Menatap langit dengan tatapan nanar, berharap Tuhan memainkan tombol “Ctrl + Alt + Z”. Mengemis agar diberikan kesempatan memainkan tombol-tombol tersebut sesuka hati, kembali lagi ke awal atau hanya di pertengahan. Untuk kembali apabila salah melangkah atau semua yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan. Nyatanya, Tuhan tidak pernah mengabulkan. Ia tidak pernah menggunakan tombol fana itu hanya untuk merancang kembali sesuatu yang lebih baik. Tuhan tahu semua itu lebih baik berjalan apa adanya.

Everything will be okay in the end. If it’s not okay, it’s not the end.

5 comments

        1. Sebenarnya Ctrl + Alt + Z adalah tombol-tombol untuk photoshopšŸ˜€
          Hidup itu seperti karya seni dengan beragam warnanya. Tuhan adalah perancangnya. Ia membuat kehidupan kita berwarna-warni dan lebih menarik. Saya mengibaratkan Tuhan menggambarkan kehidupan kita semua sebagai suatu karya dalam photoshopšŸ™‚

          Like

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s