Sebutan Untuk Tuhan

Ketika sedang memilih sayuran di pasar bersama ibu, salah satu pembeli, seorang ibu-ibu paruh baya tertawa setelah mendengar ceramah di Radio. Lalu ia menjelaskan pada temannya mengapa ia tertawa “Penceramahnya lucu. Nyebut Alloh dengan Allah, kaya bukan orang Islam aja”

Saya tergelitik dengan pernyataan ibu-ibu tersebut. Apakah nista menyebut Yang Maha Kuasa dalam agama kita dengan sebutan yang hampir mirip dengan sebutan-Nya pada agama lain? Apakah kita boleh menyebut Yang Maha Kuasa dengan sebutan lain yang memiliki arti sama? Apakah lebih baik menyebut Yang Maha Kuasa dengan nama yang universal, seperti Tuhan atau God?

2 comments

  1. Mungkin ini akibat pengaruh kurangnya toleransi beragama yg baik. Jadi karena tak ingin disamakan dengan sebutan di agama lain, kita tersinggung dgn ucapan yang mirip itu. Sebaliknya dengan mengucapkan God bisa “diterima” …. Ck. Entahlah.

    Like

    1. “Agamaku agamaku, agamamu agamamu” Saya menduga dalil dalam kitab suci ini yang digunakan sebagai alasan mengapa kita tidak boleh salah menyebut nama Yang Maha Kuasa. Tapi ada juga yang bilang, jika kita salah menyebut Yang Maha Kuasa, sesungguhnya kita tidak memahami ajaranNya.

      Like

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s