Endonesiyah Studio

Mahasiswa #1: Beuh, yang baru pulang dari USS (Universal Studios Singapore)

Mahasiswa #2: Gue ga ke USS. Gue ke Endonesiyah Studio di Singapur.

Mahasiswa #1: Lah?

Mahasiswa #2: Bayangin aja, sejauh kuping mendengar, orang-orang ngomongnya bahasa Indonesia semua. Lagi ngantri, eh di depan sama di belakang gue ngomong bahasa Indonesia. Ngerokok di smoking area, di kanan sama di kiri gue ngomong pake bahasa Indonesia. Dimana-mana isinya orang Indonesia! Ampe kadang gue sempet mikir kalau gue lagi jalan-jalan di Dufan.

Pelanggaran RUU

Pegawai #1: Kok bisa sih tindakan anarki kaya gitu didiemin?! Padahal ngancam nyawa orang lain! *nada emosi*

Pegawai #2: Iya tuh, melanggar RUU!

Pegawai #3: Loh, kok melanggar RUU sih? *ketawa ngakak* RUU mah mana bisa dilanggar, masih rancangan dan belum disahkan.

 

Norak Jadi Pegawai #1

Image

Norak jadi pegawai adalah jenis, err, apa ya namanya, pokonya posting yang isinya tentang betapa noraknya saya yang baru saja jadi pegawai.

#1 Kartu Pegawai

Setiap kali pakai kartu pegawai, langsung merasa cantik 100x

Setiap kali pakai kartu pegawai, langsung merasa cantik 100x

#2 Head Legal

Ajegile, beberapa hari kerja langsung jadi head legal, haha

Ajegile, beberapa hari kerja langsung jadi head legal, haha

Weekly Photo Challenge: Hope

Image

Biasanya saya jarang memperhatikan kemasan makanan yang telah saya makan. Tapi karena saya makan es krim di angkot dan ga mungkin buang sampah sembarangan, akhirnya saya memegang kemasannya sepanjang jalan. Iseng-iseng saya memperhatikan setiap detail dari kemasannya. Eh, ga sengaja nemu gambar unyu.

To love is to risk not being loved in return. To hope is to risk pain.

To love is to risk not being loved in return. To hope is to risk pain.

Oia, gambarnya diolah dengan menggunakan Pixlr-o-matic. Yah, sebelas dua belas sama instagr.am. Selain menyediakan fitur untuk komputer, Pixlr-o-matic juga tersedia untuk ponsel berbasis android. Menurut saya, aplikasi ini cukup menarik dan mudah digunakan.

Perempuan dan Bintang

Sudah seminggu aku melihat seorang perempuan menangis tanpa suara. Aku merasa heran, mengapa ia menangis tanpa suara. Biasanya ketika manusia menangis, mereka akan mengucapkan banyak doa atau bahkan mengutuk dalam kemarahan dan kekecewaannya. Tapi perempuan ini tidak mengucapkan sepatah kata pun. Apakah aku mulai tuli karena usiaku yang semakin tua?

“Hei perempuan, mengapa kamu menangis?” aku bertanya tanpa berusaha menatap matanya.

“Aku merasa sesak.”

“Apa yang membuatmu merasa sesak? Apakah kamu merasa lebih baik ketika menangis?”

Perempuan itu tertawa kecil, “Bintang, bintang, kamu sungguh lucu. Bukankah kamu sering melihat manusia menangis?”

Aku terdiam dan sedikit menggerutu di dalam hatiku, “Kalau aku tahu alasanmu menangis tanpa suara, mungkin aku tidak akan menegurmu.”

Seolah mengetahui perasaanku, perempuan itu pun mulai bercerita. Continue reading

Halo Sarjana!

Dosen penguji skripsi: Abis ini kamu mau kemana? *sambil tanda tangan berita acara sidang skripsi*

Mahasiswa: Lebak Bulus, Pak!

Dosen penguji skripsi: *ngakak* Maksud saya, apa yang akan kamu lakukan setelah mendapat gelar sarjana?

Kemarin saya hanya bekerja setengah hari karena harus bertemu dengan narasumber skripsi. Iseng-iseng, saya mampir ke fakultas. Niatnya mah mau refreshing. Nah, ketika di fakultas, setiap orang yang bertemu saya pasti menyalami saya (bahkan ada yang memeluk juga) dan mengucapkan “Alhamdulillah sekarang udah SH, selamat ya. Mana undangan nikahnya?

Awalnya saya mengeluh dan memasang tampang cemberut, “Ga ada undangan. Gue belum sarjana.”

Tapi lama kelamaan, saya hanya tertawa dan mengamini, jika ada yang mengucapkan selamat. Semoga doa dan harapan mereka untuk saya benar-benar terwujud pada bulan Juni 2012. Amien!